Jika orang tua tidak memberi motivasi dalam berpakaian Islami, seperti mengenakan jilbab, anak akan merasa berat dan malu. Tapi jika sedari kecil ia sudah melihat ibunya berjilbab, dan diajarkan bahwa jilbab adalah perintah Allah, maka ia akan memakainya dengan bangga dan bahagia.
Allah Swt. berfirman: “Wahai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan wanita-wanita mukmin, agar mereka menutupkan jilbab mereka ke seluruh tubuh mereka…”
(QS. Al-Ahzab: 59)
Dan berdoalah, sebagaimana orang-orang beriman: “Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan hidup dan keturunan yang menyenangkan hati, dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS. Al-Furqan: 74)
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pendidikan Anak di Rumah
Menurut Amirul Hasan, ada dua faktor utama yang memengaruhi pendidikan agama dalam keluarga:
- Faktor internal, seperti keharmonisan rumah tangga, fungsi masing-masing anggota keluarga, dan kondisi ekonomi.
- Faktor eksternal, seperti pengaruh lingkungan sosial, teman, media, dan perkembangan zaman.
Namun jika keluarga memiliki komitmen kuat, maka semua tantangan bisa dilalui. Dengan pola asuh yang baik, strategi yang bijak, dan doa yang tak pernah lepas, pendidikan agama akan sampai ke hati anak.
Allah Swt. berfirman: “Dan ingatlah ketika Kami mengambil janji dari Bani Israil: ‘Janganlah kamu menyembah selain Allah, dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua, kerabat, anak-anak yatim, dan orang miskin; dan bertutur katalah yang baik kepada manusia, dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat.’”(QS. Al-Baqarah: 83)
Baca Juga: Tersiksa Lahir Batin di Belantara Papua, Pentolan OPM Pasrahkan Diri ke Satgas Yonif 501/BY
Mewariskan Akhlak, Bukan Sekadar Warisan Harta
Mendidik anak dalam Islam bukan sekadar membentuk anak yang pandai, tetapi mencetak insan bertakwa. Orang tua bertugas mengantarkan anak menuju ridha Allah. Pendidikan yang benar bukan hanya untuk masa depan dunia, tapi juga untuk keselamatan akhirat.
Rasulullah ﷺ bersabda: “Apabila anak Adam meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakannya.”(HR. Muslim)
Karenanya, tak ada warisan paling mulia selain anak-anak yang saleh dan salehah — yang mengingat Allah dalam kesendiriannya, menegakkan shalat tanpa disuruh, menjaga kehormatan dirinya karena takut kepada Allah, dan mencintai Rasul-Nya lebih dari dunia dan isinya.
Artikel Terkait
Bazma Pertamina Patra Niaga JBT Berbagi di Momen Tahun Baru Islam, Santuni Puluhan Anak Yatim di Semarang
Dari Forum WCIT 2024 : Jusuf Kalla Ajak Mengakhiri Konflik di Negara-negara Islam
Teror Ledakan Pager di Lebanon Menandakan Umat Islam Tertinggal Teknologi
Indonesia dan Mesir Miliki Kesamaan Memandang Islam Moderat dan Junjung Tinggi Toleransi
Prabowo Minta kepada Mahasiswa RI di Al Azhar Kairo untuk Belajar Islam yang Sejuk
Pemprov Bengkulu dan PMII Bahas Penguatan Peran Mahasiswa Islam
Islam Memberikan Kedudukan Tinggi Bagi Kaum Wanita yang Shalihah
Prabowo: Dunia Islam Harus Bangkit Bersatu, Bukan Sekadar Jadi Penonton Global
JK : Ekonomi Islam Tidak Boleh Monopoli dan Spekulatif
Dewan Masjid dan Tiga Kementerian Kerja Sama Wujudkan Kehidupan Ekonomi dan Sosial Umat Islam.