Jakarta, SUARA PEMBARUAN — Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyerukan pentingnya persatuan dan kebangkitan dunia Islam dalam menghadapi berbagai tantangan global yang semakin kompleks.Baca Juga: Ad Jesum per Mariam
Hal ini disampaikannya saat membuka secara resmi Konferensi ke-19 Persatuan Parlemen Negara Anggota Organisasi Kerja Sama Islam (Parliamentary Union of the OIC Member States/PUIC) di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (14/5).
Dalam pidatonya, Prabowo menekankan bahwa negara-negara Islam tidak boleh hanya menjadi penonton dalam percaturan global, melainkan harus menjadi pelaku utama dalam menciptakan keadilan, perdamaian, dan kemajuan bersama.Baca Juga: Merusak Misi Damai, 18 Anggota OPM Ditembak Mati Prajurit TNI di Intan Jaya
“Kita menghadapi berbagai sumber kelemahan: kemiskinan, kelaparan, korupsi, ketimpangan pendidikan, serta ketidakmampuan mengelola dan menjaga sumber daya kita. Inilah yang harus kita benahi bersama,” ujarnya tegas.
Menurut Prabowo, organisasi seperti PUIC merupakan jembatan diplomasi penting yang dapat memperkuat solidaritas umat Islam, menyuarakan keadilan, dan merumuskan solusi terhadap persoalan global yang pelik. Ia menyebut kehadiran forum ini menjadi semakin relevan di tengah dunia yang kini dipenuhi konflik dan polarisasi antarnegara besar.Baca Juga: Komunikasi Desak KPK Tersangkakan Pengusaha Batubara Terkait Kasus Dugaan Korupsi Mantan Gubernur Rohidin Mersyah
Presiden Prabowo menyambut baik tema PUIC tahun ini, yakni “PUIC Silver Jubilee – Good Governance and Strong Institutions as Pillar of Resilience”. Ia menilai bahwa kebangkitan negara-negara Islam harus dimulai dari penguatan tata kelola dan kepemimpinan yang bersih di masing-masing negara.
“Tanpa pemimpin yang jujur dan tata kelola yang baik, negara tidak akan memiliki daya tahan, apalagi daya saing,” ungkapnya.Baca Juga: Lindungi Keselamatan Wisatawan, Pemkot Bengkulu Perketat Izin Usaha Wisata
Ia mengingatkan bahwa Islam pernah memimpin dunia dalam ilmu pengetahuan dan teknologi, dan menurutnya, untuk mencapai kesejahteraan umat kembali, negara-negara Islam harus meneladani semangat tersebut. Tokoh-tokoh seperti Umar bin Khattab dan Muhammad Al-Fatih disebutnya sebagai contoh kepemimpinan visioner dan adil.
“Tidak mungkin kita kuat kalau rakyat kita miskin. Kita harus bangkit dari dalam terlebih dahulu,” tambahnya.
Di hadapan delegasi parlemen negara-negara OKI, Prabowo juga kembali menegaskan komitmen Indonesia terhadap perjuangan kemerdekaan Palestina. Ia menyerukan agar negara-negara Islam tidak lagi sekadar mengeluarkan resolusi tanpa tindakan konkret.Baca Juga: Posyandu Kuat, Generasi Bengkulu Sehat dan Cerdas
“Sudah tiba waktunya. Rakyat Palestina terlalu lama menjadi korban. Jangan hanya diskusi atau resolusi, mereka butuh tindakan nyata. Indonesia akan terus berdiri bersama Palestina,” kata Prabowo penuh penekanan.
Ia juga menekankan bahwa kekuatan untuk membantu Palestina hanya bisa dicapai jika negara-negara Islam bersatu.Baca Juga: UMK Academy Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Mengantar Pia Putra Kusuma Naik Kelas
“Kalau kita lemah dan terpecah, suara kita tidak akan didengar. Tapi jika kita bersatu dan kuat, dunia akan mendengar,” ujarnya.
Menutup pidatonya, Prabowo mengajak seluruh pemimpin negara Islam untuk menghidupkan kembali semangat Islam sebagai rahmat bagi seluruh alam, dan bersama-sama membangun masa depan yang lebih adil dan sejahtera bagi umat.*
Artikel Terkait
Teror Ledakan Pager di Lebanon Menandakan Umat Islam Tertinggal Teknologi
Indonesia dan Mesir Miliki Kesamaan Memandang Islam Moderat dan Junjung Tinggi Toleransi
Prabowo Minta kepada Mahasiswa RI di Al Azhar Kairo untuk Belajar Islam yang Sejuk
Pemprov Bengkulu dan PMII Bahas Penguatan Peran Mahasiswa Islam
Islam Memberikan Kedudukan Tinggi Bagi Kaum Wanita yang Shalihah