Jangan Sampai Lengah Mendidik Anak dengan Tuntunan Islam

Photo Author
Bangun P Lubis, Suara Pembaruan
- Selasa, 20 Mei 2025 | 10:45 WIB
Mendidik anak Secara Islami. [ SUARA PEMBARUAN/ FOTO; Saudia.News]
Mendidik anak Secara Islami. [ SUARA PEMBARUAN/ FOTO; Saudia.News]

Dari sini kita paham, bahwa orang tua yang menyekolahkan anaknya ke sekolah Islam tidak sekadar mengikuti tren, tapi sesungguhnya sedang berusaha mewariskan iman dan akhlak untuk generasi selanjutnya. Agar Islam tidak terputus, tidak hanya menjadi sejarah, tapi tetap hidup dalam perilaku dan pemikiran anak-anak kita.

Melindungi Anak dari Gelombang Peradaban Sekular

Di tengah derasnya arus liberalisme dan materialisme yang ditawarkan budaya Barat, pendidikan Islam menjadi benteng terakhir yang dapat menyelamatkan anak-anak dari kehilangan arah hidup. Pendidikan Islam memberi anak filter moral, kemampuan memilah dan menilai, serta keberanian untuk mempertahankan kebenaran di tengah tekanan zaman.

Allah Swt. berfirman: “Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu...”
(QS. At-Tahrim: 6)

Ayat ini menjadi dasar utama mengapa tanggung jawab pendidikan anak tidak boleh diserahkan seluruhnya kepada sekolah. Rumah adalah madrasah pertama, dan orang tua adalah guru utama.

Baca Juga: Tingkatkan Kunjungan Wisatawan, Seluruh Objek Wisata di Kota Bengkulu Dilakukan Penataan

Keluarga: Madrasah Pertama yang Paling Berpengaruh

Pendidikan pertama dan utama bagi anak dimulai dari keluarga. Di sanalah anak mengenal cinta, kejujuran, tanggung jawab, dan nilai-nilai ibadah. Bukan hanya sekadar tempat tinggal, rumah adalah ladang subur untuk menanamkan keimanan.

Motivasi keluarga dalam mendidik anak berbeda dengan lembaga pendidikan formal. Di keluarga, anak dibesarkan bukan karena kewajiban profesi, tetapi karena cinta dan amanah. Karena itulah, pendidikan keluarga lebih personal, menyentuh, dan bertahan lebih lama dalam jiwa anak.

Rasulullah ﷺ bersabda: “Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah. Maka kedua orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi, Nasrani, atau Majusi.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Baca Juga: JK : Ekonomi Islam Tidak Boleh Monopoli dan Spekulatif

Orang tua adalah role model utama. Bila orang tua jujur, sabar, tekun beribadah, maka anak pun akan meniru. Keteladanan adalah metode pendidikan yang paling kuat. Anak-anak belajar bukan hanya dari ucapan, tapi dari penglihatan dan pengalaman.

Allah Swt. berfirman: “Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia, tetapi amal kebajikan yang terus menerus lebih baik di sisi Tuhanmu sebagai pahala dan harapan. (QS. Al-Kahfi: 46)

Melatih Anak dengan Praktik Islam Sejak Dini

Pendidikan agama dalam keluarga harus dimulai sejak dini. Mulai dari membiasakan shalat, puasa, membaca Al-Qur’an, menutup aurat, hingga adab dalam berinteraksi. Jangan tunda sampai remaja, karena hati anak seperti tanah kosong yang mudah dibentuk.

Halaman:

Editor: Bangun P Lubis

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X