Jangan Sampai Lengah Mendidik Anak dengan Tuntunan Islam

Photo Author
Bangun P Lubis, Suara Pembaruan
- Selasa, 20 Mei 2025 | 10:45 WIB
Mendidik anak Secara Islami. [ SUARA PEMBARUAN/ FOTO; Saudia.News]
Mendidik anak Secara Islami. [ SUARA PEMBARUAN/ FOTO; Saudia.News]

 

Oleh Bangun Lubis ( Wartawan SUARA PEMBARUAN. NEWS) 

MENDIDIK Anak dengan Ajaran Islam. Semua negara di dunia tentu akan mempersiapkan generasi mudanya untuk memperoleh pendidikan yang baik. Namun, pendidikan yang baik bukan hanya tentang penguasaan ilmu pengetahuan, melainkan juga pembentukan akhlak dan karakter mulia. Terutama di era modern ini, saat kemajuan teknologi dan globalisasi begitu deras menggulung, maka nilai-nilai moral dan spiritual justru semakin mendesak untuk ditegakkan.

Indonesia, sebagai negeri yang penduduknya mayoritas Muslim, memiliki tanggung jawab besar dalam hal ini. Pemerintah boleh saja terus mengembangkan sistem pendidikan secara struktural, bahkan menggulirkan proyek-proyek pendidikan beragam. Namun, satu sistem pendidikan yang paling kuat dan berpengaruh justru berasal dari kesadaran para orang tua — ibu dan ayah yang sadar pentingnya memberikan pendidikan Islam kepada anak-anak mereka sejak usia dini.

Hal ini tercermin dari semakin banyaknya orang tua yang memilih menyekolahkan anak-anaknya ke lembaga pendidikan Islam, mulai dari playgroup, taman kanak-kanak, hingga tingkat dasar (SD). Sekolah-sekolah Islam kini menjamur, tidak hanya di kota-kota besar, tapi juga merambah hingga ke pelosok desa. Mereka hadir dalam berbagai jenis — dari yang berbasis pesantren, madrasah, hingga Sekolah Islam Terpadu (SIT) yang menggabungkan kurikulum nasional dan kurikulum keislaman.

Baca Juga: Islam Memberikan Kedudukan Tinggi Bagi Kaum Wanita yang Shalihah

Tujuan Pendidikan Islam: Membentuk Pribadi Mukmin Sejati

Sekolah Islam bertujuan tidak sekadar memberikan pengetahuan dunia, melainkan juga bimbingan jasmani dan rohani, agar terbentuk kepribadian utama menurut ajaran Islam. Kepribadian yang memilih, memutuskan, dan bertindak berdasarkan nilai-nilai Islam, serta bertanggung jawab atas pilihannya secara moral dan spiritual.

Sebagaimana disebutkan oleh Djamaluddin (1999), pendidikan Islam bertujuan membentuk individu menjadi makhluk yang bercorak diri tinggi menurut ukuran Allah. Ini berarti pendidikan harus mampu membuahkan manusia yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga mulia secara spiritual.

Hasan Langgulung, dikutip oleh Djamaluddin, menyebutkan empat fungsi utama pendidikan Islam:

  1. Menyiapkan generasi muda agar mampu menjalankan peran-peran penting dalam masyarakat.
  2. Memindahkan ilmu pengetahuan dari generasi tua ke generasi muda.
  3. Menjaga keutuhan nilai-nilai moral masyarakat.
  4. Mendidik manusia agar amalnya di dunia berbuah kebaikan di akhirat.

Allah Swt. berfirman: "Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Maka hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka berbicara dengan tutur kata yang benar." (QS. An-Nisa: 9)

Mukhtar Bukhari, sebagaimana dikutip Halim Soebahar (2002), menyatakan bahwa pendidikan Islam adalah keseluruhan kegiatan yang bertujuan menanamkan nilai-nilai Islam dalam diri peserta didik. Baik melalui individu, keluarga, maupun lembaga yang berpijak pada prinsip Islam.

Baca Juga: Adab Bekerja Bagi Seorang Islam

Sementara itu, As-Sunnah sebagai sumber hukum kedua setelah Al-Qur'an, memuat pedoman yang bersifat praktis dalam membina manusia menjadi hamba yang bertakwa dalam segala aspek kehidupannya.

Halaman:

Editor: Bangun P Lubis

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X