pariwisata

Manasik Haji Nara Kupu Jogja, Menanamkan Nilai Rohani Sejak Dini Lewat Edukasi Interaktif

Kamis, 16 April 2026 | 15:04 WIB
Agroeduwisata Nara Kupu Jogja menghadirkan program manasik haji yang dikemas menarik dan interaktif dok.Ist

Sleman, SUARA PEMBARUAN— Pendidikan rohani sejak usia dini semakin mendapat perhatian di tengah derasnya arus modernisasi. Upaya menanamkan nilai-nilai keislaman tidak lagi cukup hanya melalui teori di ruang kelas, tetapi juga membutuhkan pendekatan yang menyentuh pengalaman batin dan praktik langsung. Hal inilah yang dihadirkan oleh Nara Kupu Jogja melalui program manasik haji yang dikemas secara interaktif dan menyenangkan.

Program ini menjadi ruang pembelajaran rohani yang tidak hanya mengenalkan rukun Islam secara tekstual, tetapi juga mengajak peserta—mulai dari anak usia dini hingga pelajar sekolah menengah—untuk merasakan makna spiritual dari setiap rangkaian ibadah haji.

Dalam kegiatan tersebut, peserta mengenakan pakaian ihram, melakukan tawaf mengelilingi replika Ka’bah, sa’i antara Shafa dan Marwah, hingga menjalani prosesi wukuf di Arafah. Seluruh tahapan dirancang menyerupai kondisi nyata, sehingga anak-anak dapat memahami esensi ibadah haji secara lebih mendalam.

Pemilik Nara Kupu Jogja, Rayhan Christian Siego, menjelaskan bahwa program ini tidak hanya berfokus pada aspek edukasi, tetapi juga pembentukan karakter dan penguatan nilai rohani.

“Pendidikan rohani perlu ditanamkan sejak dini karena akan menjadi fondasi dalam membentuk kepribadian anak. Melalui manasik ini, mereka belajar kesabaran, keikhlasan, kebersamaan, serta kedisiplinan dalam menjalankan ibadah,” ujarnya, Kamis (16/4/2026).

Menurutnya, pendekatan belajar melalui pengalaman langsung mampu membangun keterikatan emosional anak terhadap nilai-nilai agama. Hal ini menjadi penting di tengah tantangan zaman, di mana generasi muda cenderung lebih mudah terpapar berbagai pengaruh luar yang tidak selalu sejalan dengan nilai spiritual.

Antusiasme peserta terlihat jelas sepanjang kegiatan berlangsung. Anak-anak tidak hanya mengikuti instruksi, tetapi juga tampak larut dalam suasana, seolah benar-benar menjalankan ibadah di Tanah Suci. Pendekatan ini dinilai efektif dalam menumbuhkan kesadaran beragama tanpa tekanan.

Dukungan dari orang tua dan tenaga pendidik turut memperkuat peran program ini sebagai bagian dari pendidikan berbasis pengalaman. Banyak sekolah mulai memanfaatkan kegiatan ini sebagai pelengkap pembelajaran agama, sekaligus sarana menanamkan nilai rohani secara lebih kontekstual.

Selain untuk pelajar, program manasik ini juga terbuka bagi masyarakat umum. Bahkan, kegiatan ini kerap dimanfaatkan sebagai latihan awal bagi calon jamaah haji dan umrah untuk mempersiapkan diri secara mental dan spiritual sebelum berangkat ke Tanah Suci.

Marketing & Event Manager Nara Kupu Jogja, Tomy Tri Ivananto, menyebut program ini memiliki potensi besar untuk terus berkembang sebagai destinasi edukasi rohani di Yogyakarta.

“Kami ingin menghadirkan pengalaman yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga membekas secara spiritual. Harapannya, anak-anak tidak hanya paham tata cara ibadah, tetapi juga merasakan kedekatan dengan nilai-nilai keimanan,” ungkapnya.

Ke depan, berbagai inovasi akan terus dilakukan, baik dari sisi konsep maupun fasilitas. Pengembangan ini diharapkan mampu menjadikan program manasik haji sebagai sarana edukasi rohani yang relevan dengan kebutuhan generasi masa kini.

Di tengah perubahan zaman yang cepat, pendidikan rohani menjadi pondasi penting dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kekuatan spiritual. Melalui konsep belajar sambil bermain, Nara Kupu Jogja menghadirkan pendekatan baru bahwa pendidikan agama dapat dikemas lebih hidup, menyenangkan, dan menyentuh hati.

Tags

Terkini

Ke Candi Prambanan, Rekreasi dan Memahami Sejarah

Kamis, 30 April 2026 | 19:32 WIB