UGM Hadirkan eKarsa, Solusi Transportasi Sehat dan Ramah Lingkungan di Rumah Sakit

Photo Author
Philipus Anton, Suara Pembaruan
- Rabu, 15 April 2026 | 16:33 WIB
eKarsa kendaraan listrik karya mahasiswa UGM. Dok. Humas UGM
eKarsa kendaraan listrik karya mahasiswa UGM. Dok. Humas UGM

Yogyakarta, SUARA PEMBARUAN - Upaya menghadirkan layanan transportasi yang sehat, aman, dan ramah lingkungan di kawasan rumah sakit terus dikembangkan. Universitas Gadjah Mada meluncurkan kendaraan listrik bernama eKarsa yang dirancang khusus untuk mendukung mobilitas di lingkungan rumah sakit, dengan menekankan aspek kenyamanan pasien, efisiensi operasional, serta keberlanjutan lingkungan.

Kendaraan listrik ini dikembangkan oleh Departemen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi (DTETI) Fakultas Teknik UGM sebagai respons atas kebutuhan transportasi internal di Rumah Sakit Akademik UGM. eKarsa, yang merupakan singkatan dari kendaraan elektrik RSA, difokuskan untuk memudahkan perpindahan pasien, tenaga medis, maupun pengunjung dari area parkir menuju gedung layanan utama rumah sakit.

Dekan Fakultas Teknik UGM, Selo, menjelaskan bahwa pengembangan eKarsa merupakan bagian dari komitmen kampus dalam menyediakan solusi transportasi kawasan terbatas yang tidak hanya efisien, tetapi juga mendukung lingkungan sehat. Sejak 2012, Fakultas Teknik UGM telah mengembangkan berbagai kendaraan listrik untuk kebutuhan non-jalan raya, seperti sektor pariwisata, industri, hingga layanan publik.

Ia menambahkan, pengembangan kendaraan listrik sebelumnya seperti Gadjah Mada Airport Transporter (GATe) menjadi pijakan dalam menghadirkan inovasi yang lebih spesifik sesuai kebutuhan. Berbeda dari pengembangan sebelumnya, eKarsa dirancang dengan fokus utama pada lingkungan rumah sakit yang menuntut standar keselamatan dan kenyamanan lebih tinggi.

Dari sisi teknologi, eKarsa dilengkapi dengan battery pack lithium ferro phosphate serta sistem pengendali motor yang dikembangkan secara mandiri oleh tim UGM. Penggunaan teknologi ini tidak hanya mendukung efisiensi energi, tetapi juga meminimalkan emisi, sehingga menciptakan lingkungan rumah sakit yang lebih bersih dan sehat bagi pasien maupun tenaga medis.

Kepala DTETI FT UGM, Hanung Adi Nugroho, menyampaikan bahwa pengembangan kendaraan ini berangkat dari kebutuhan riil di lapangan. Mobilitas di kawasan rumah sakit yang luas membutuhkan sarana transportasi yang tidak menimbulkan polusi dan tetap aman digunakan oleh berbagai kelompok pengguna, termasuk pasien dengan kondisi terbatas.

Menurutnya, eKarsa dirancang mampu mengangkut hingga delapan penumpang dengan waktu pengisian daya sekitar tiga jam. Desain kendaraan juga dibuat tanpa sudut tajam untuk meningkatkan keamanan, serta menggunakan komponen standar agar mudah dalam perawatan. Seluruh aspek tersebut ditujukan untuk memastikan kendaraan benar-benar siap digunakan dalam operasional harian rumah sakit.

Dalam proses pengembangannya, tim UGM bekerja sama dengan PT Inastek sebagai mitra industri. Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya mendorong hilirisasi teknologi kampus agar tidak berhenti pada tahap prototipe, melainkan dapat diimplementasikan secara nyata di masyarakat.

Pengembangan eKarsa juga dilakukan dalam waktu relatif singkat, yakni sekitar tiga bulan sejak Januari hingga Maret, menyesuaikan kebutuhan mendesak dari pihak rumah sakit. Meski demikian, kendaraan ini telah disesuaikan dengan standar operasional layanan kesehatan yang mengutamakan keselamatan dan kenyamanan.

Peluncuran eKarsa menjadi langkah awal dalam menghadirkan sistem transportasi internal rumah sakit yang lebih sehat dan berkelanjutan. Selain mengurangi ketergantungan pada kendaraan berbahan bakar fosil, penggunaan kendaraan listrik di lingkungan rumah sakit juga diharapkan mampu meningkatkan kualitas udara serta mendukung ekosistem layanan kesehatan yang lebih ramah lingkungan.

Ke depan, pengembangan kendaraan listrik seperti eKarsa diharapkan tidak hanya terbatas pada lingkungan kampus, tetapi juga dapat diadopsi secara luas oleh berbagai fasilitas kesehatan lainnya. Dengan dukungan industri, inovasi ini berpotensi berkembang menjadi produk massal yang tidak hanya meningkatkan layanan transportasi rumah sakit, tetapi juga membuka peluang penguatan industri kendaraan listrik nasional.

Editor: Philipus Anton

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X