Trump dan Perang Ukraina

Photo Author
Bangun P Lubis, Suara Pembaruan
- Kamis, 14 November 2024 | 17:17 WIB
Ali Lubis
Ali Lubis

 

 *Oleh : Ali. A. Loebis

                                 

Donald John Trump kandidat presiden dari Partai Republik kembali berhasil meraih kemenangan dalam Pilpres Amerika Serikat 2024.

Ia berhasil mengalahkan pesaing utamanya Kamala Devi Harris dari Partai Demokrat dalam kontestasi yang penuh ketegangan dan dinamika politik yang tinggi. 

Baca Juga: Pertamina Patra Niaga Sulawesi Perkuat Operational Excellence di Sektor Aviasi

Dalam perolahan jumlah suara total, Trump meraih hampir 75 juta suara, sementara pesaingnya Kamala meraih kurang dari 71 juta suara, dengan persentase keunggulan 50,5 % berbanding 47,9 % bagi Trump.

Berbagai pihak pun mulai memprediksi seperti apa program kerja 100 hari Trump saat ia kembali dilantik di Gedung Capitol Washington DC pada tanggal 20 Januari 2025.

Prakiraan prakiraan terhadap Trump tersebut dibuat dengan mempertimbangkan kebijakan kebijakan Trump sebelumnya ketika ia menjabat sebagai presiden Amerika pada tahun 2017-2021 maupun janji-janji kampanye yang dia ucapkan didepan publik Amerika.

Baca Juga: Kolaborasi Pasangan Andalan Hati di Pilgub Sulsel dan Pasangan MULIA di Pilwali Makassar Beri Keuntungan Besar

Salah satu dari sekian banyak janji kampanyenya yakni menghentikan Perang Ukraina maupun Agresi Gaza. Disaat berkampanye Trump juga berjanji akan mencoba membawa Rusia dan Ukraina kemeja perundingan dihari pertama masa jabatannya. Narasi “ Mereka sekarat, Saya ingin mereka berhenti sekarat.

Dan saya akan menyelesaikannya. Saya akan menyelesaikannya dalam 24 jam “, ujar Trump berapi api di saluran Televisi CNN , walaupun ia tidak merinci ucapannya terkait upaya perdamaian tersebut. 

Trump dan sekutu sekutunya juga mengecam dukungan dana pemerintah Amerika Serikat untuk membantu Ukraina, dan ia juga menyebut dukungan itu menjurus ke tindakan korup bagi yang pro—perang, diantaranya perusahaan pertahanan dan para pengkritik kebijakan luar negeri, dan Joe Biden melaui Menlu Antony Blinken juga membuat pernyataan bahwa sisa anggaran yang telah dialokasikan untuk dukungan ke Ukraina tersebut akan tetap direalisasikan agar Ukraina dapat terus melawan invasi Rusia tahun depan (Kompas : 13 November 2024)

Baca Juga: Tokoh Lintas Agama Dukung Luthfi-Yasin Tingkatkan Toleransi di Jateng

Halaman:

Editor: Bangun P Lubis

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Sapi Banpres dan Hikmah dari Dusun Ngumpul

Senin, 1 Juni 2026 | 11:20 WIB

Kebijakan Penghematan BBM dari Sisi Transportasi

Senin, 13 April 2026 | 07:05 WIB

“Untal Malang” ke Otonomi Guru

Jumat, 10 April 2026 | 14:27 WIB

Quo Vadis Tata Kelola PNBP Kepelabuhanan

Rabu, 1 April 2026 | 10:24 WIB
X