Semarang, SUARA PEMBARUAN - Para tokoh lintas agama sepakat memberikan dukungan untuk Cagub dan Cawagub Ahmad Luthfi dan Taj Yasin Maimoen. Mereka menginginkan toleransi di Jawa Tengah terjaga dan terus ditingkatkan di Jawa Tengah.
Mereka bergantian menyuarakan pendapat serta harapan saat bertemu dengan Cagub dan Cawagub di acara Silaturahmi Tokoh Muda Lintas Agama yang digelar di RM Kampung Laut, Kota Semarang, Rabu 13 November 2024.Baca Juga: Debat Bukan Cerdas Cermat !
Di kesempatan pertama, tokoh muda Agama Islam Gus Syafiq mengatakan, sinergitas antara kawula muda, pemerintah, organisasi masyarakat terus dilakukan agar toleransi terus terjaga. Toleransi itu juga terlihat dalam perpaduan tokoh-tokoh nasionalis dan religius sebagaimana pesan KH Maimoen Zubair.
"Pak Luthfi jadi gubernur, harapannya toleransi nanti lebih baik lagi," kata Gus Syafiq.Baca Juga: Tidak Memenuhi Unsur Pidana, Bawaslu Papua Hentikan Penanganan Laporan Terhadap Walikota Jayapura
Di acara tersebut hadir Ketum PSI Kaesang Pangarep serta ratusan tokoh muda lintas agama se Jateng.
Ketua PHDI Kota Semarang, I Nengah Wirta Dharmayana menyampaikan provinsi Jawa Tengah menjadi salah satu provinsi yang paling rukun. Ada 4 wikayah yang masuk "The Best 10" toleran, yakni Kota Salatiga, Kota Semarang, Magelang, dan Kota Solo.Baca Juga: 3.612 Anggota KPPS di Kota Bengkulu Ikuti Bimtek Kesiapann Pilkada 2024
Harapan besar pun ditujukan pada Cagub Ahmad Luthfi dan Cawagub Taj Yasin Maimoen. "Kalau Pak Luthfi dan Gus Yasin jadi bisa mempertahankan bahkan meningkatkan toleransi di Jateng," katanya.
Hal senada disampaikan Wakil Ketua Matakin Kota Semarang Ws Andi Gunawan. Menurutnya, siapapun gubernurnya maka harus mampu meningkatkan jiwa toleransi penduduk di 35 kabupaten/kota di Jateng. Tingkat toleransi saat ini sudah baik dan nanti dikembangkan lagi.Baca Juga: Video Dukungan Prabowo ke Luthfi-Yasin, Pengamat Undip: Tak Langgar Aturan
Calon Gubernur Jateng Ahmad Luthfi mengatakan, perbedaan itu merupakan rahmat dan jangan dijadikan alasan perpecahan. Termasuk dalam demokrasi, rasa toleransi harus terus diperkuat untuk menjaga kerukunan bangsa.
Terlebih lagi, lanjut Cagub nomor urut 2 tersebut, salah satu nilai plus dari orang Jawa adalah tepo seliro atau toleransi. "Jawane Jawa itu ya tepa selira, saling menghargai," ujar Ahmad Luthfi.Baca Juga: 120 Personel Satpol PP Siap Bantu Amankan Pilkada Bengkulu Selatan
Persatuan dan kesatuan masyarakat adalah prioritas. Di sisi lain, negara juga telah menjamin penduduknya untuk memeluk agama sehingga masyarakat tidak perlu khawatir.
Pada acara itu juga diselingi makan bersama dan dialog singkat.*
Artikel Terkait
Mbak Ita: Jadikan Ramadan Momentum Perkuat Toleransi Warga Kota Semarang
Pemerintah Tetapkan Ramadan 12 Maret 2024, Menag: Junjung Tinggi Toleransi
Semua Umat Beragama Bertanggungjawab Melihara Keragaman dan Perkuat Toleransi
One Way Arus Balik Resmi Dimulai, Pengemudi Diminta Jaga Toleransi di Jalan
Meriahkan Festival Lampion Waisak 2024, Sekda Jateng: Menunjukkan Toleransi dan Kerukunan Antarumat Beragama