Tragedi Krapyak seharusnya menjadi momentum untuk audit nasional interchange berisiko tinggi—khususnya yang memiliki kombinasi turunan dan tikungan tajam. Tanpa langkah sistemik ini, perbaikan hanya akan bersifat tambal sulam dan lokal.Baca Juga: Ketiga Kali, OJK Bengkulu Raih Penghargaan Komisi Informasi sebagai Badan Publik Informatif
Jalan tol dibangun bukan hanya untuk memangkas waktu tempuh, tetapi untuk menghadirkan perjalanan yang selamat. Ketika desain, pengawasan, dan regulasi gagal melindungi pengguna, maka yang dipertaruhkan bukan sekadar citra infrastruktur, melainkan nyawa manusia.
Simpang Susun Krapyak memberi pelajaran mahal: keselamatan tidak boleh dianggap bonus dari pembangunan, melainkan fondasinya. Jika tidak, tragedi hari ini akan menjadi berita berulang di masa depan—dengan lokasi dan nama korban yang berbeda.Baca Juga: Pemkot Bengkulu Terapkan Pembayaran Parkir di Kawasan Belungguk Point Dilakukan Non-Tunai
Dr. Ir. Bram Hertasning, ST, MTM, MLogMan, IPM, CRP, ASEAN Eng, adalah Kepala Bidang Lalu Lintas & Angkutan Pelayaran dan Penerbangan Kementerian Perhubungan RI.
Artikel Terkait
Diduga Rem Blong dan Sopir Mengantuk, Truk Terjun dari Tol Tangerang–Merak, Lima Orang Luka Serius
Jalan Tol Bengkulu Masuk Daftar PSN, Gubernur Helmi Berharap Proyek ini Segera Direalisasikan
Puncak Bulan Inklusi Keuangan di Bengkulu, Wagub Mian Informasikan Tol Bengkulu-Lubuk Linggau Masuk PSN
Pasok 98 Ribu Ton Semen untuk Tol Serang–Panimbang, SIG Perkuat Akses Ekonomi Banten Selatan
Jebol, Penertiban Kendaraan ODOL di Jalan Tol