Simpang Susun Krapyak dan Ilusi Aman Jalan Tol

Photo Author
Stefy Thenu, Suara Pembaruan
- Sabtu, 27 Desember 2025 | 06:00 WIB
Bram Hertasning  (dok pribadi )
Bram Hertasning (dok pribadi )

Tragedi Krapyak seharusnya menjadi momentum untuk audit nasional interchange berisiko tinggi—khususnya yang memiliki kombinasi turunan dan tikungan tajam. Tanpa langkah sistemik ini, perbaikan hanya akan bersifat tambal sulam dan lokal.Baca Juga: Ketiga Kali, OJK Bengkulu Raih Penghargaan Komisi Informasi sebagai Badan Publik Informatif

Jalan tol dibangun bukan hanya untuk memangkas waktu tempuh, tetapi untuk menghadirkan perjalanan yang selamat. Ketika desain, pengawasan, dan regulasi gagal melindungi pengguna, maka yang dipertaruhkan bukan sekadar citra infrastruktur, melainkan nyawa manusia.

Simpang Susun Krapyak memberi pelajaran mahal: keselamatan tidak boleh dianggap bonus dari pembangunan, melainkan fondasinya. Jika tidak, tragedi hari ini akan menjadi berita berulang di masa depan—dengan lokasi dan nama korban yang berbeda.Baca Juga: Pemkot Bengkulu Terapkan Pembayaran Parkir di Kawasan Belungguk Point Dilakukan Non-Tunai

Dr. Ir. Bram Hertasning, ST, MTM, MLogMan, IPM, CRP, ASEAN Eng, adalah Kepala Bidang Lalu Lintas & Angkutan Pelayaran dan Penerbangan Kementerian Perhubungan RI.

Halaman:

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Sapi Banpres dan Hikmah dari Dusun Ngumpul

Senin, 1 Juni 2026 | 11:20 WIB

Kebijakan Penghematan BBM dari Sisi Transportasi

Senin, 13 April 2026 | 07:05 WIB

“Untal Malang” ke Otonomi Guru

Jumat, 10 April 2026 | 14:27 WIB

Quo Vadis Tata Kelola PNBP Kepelabuhanan

Rabu, 1 April 2026 | 10:24 WIB
X