Swietenia melalui Divers Clean Action fokus pada upaya membersihkan sampah laut dan mengedukasi masyarakat pesisir di pulau-pulau terpencil. Ia berjuang untuk menjaga kelestarian ekosistem laut yang menjadi tumpuan hidup mereka, sekaligus membangun kesadaran akan pentingnya pengelolaan sampah yang bertanggung jawab di wilayah yang sulit dijangkau.
Menapak Jejak Kecil
Penulis, dalam perjuangannya, tidak perlu merasa malu membuat langkah kecil, mencontoh yang muda-muda. Belajar dari kegigihan mereka mengabdi: dari ketulusan hati Butet dan Gamal, penulis saat ini mengambil jalan yang yang “sepi”.
Karena diyakini benar, dia mengajukan Uji Materiil Undang-Undang Guru dan Dosen (UUGD). Dia berfikir, ada tikungan semangat yang perlu diluruskan, yang saat ini dianggap wajar oleh teman-teman guru.
Upaya ini bukanlah sekadar manuver hukum yang dingin, melainkan sebuah manifestasi keteguhan jiwa untuk memperjuangkan kesetaraan antar profesi dan peningkatan kualitas pendidikan, dengan bonus kecil kemartabatan guru.
Penulis memahami bahwa UUGD dimaksudkan untuk kebaikan, namun ada pasal didalamnya yang masih berpotensi menciptakan ketidakadilan, mendegradasi posisi guru, atau bahkan menghambat kemajuan pendidikan.
Penulis berketetapan untuk mengambil langkah berani, meski Uji Materiil akan menghadapkan dirinya dengan kesulitan besar, diantaranya menanggung risiko penolakan; dan bahkan cemoohan yang menyakitkan, termasuk dari kawan-kawannya olehnya dia yakini diperjuangkan.
Namun, belajar dari jiwa-jiwa pejuang yang tak pernah menyerah, penulis memilih untuk tidak berdiam diri. Ia sadar, perjuangan ini bukanlah tentang ego atau pencarian popularitas semu. Ini merupakan upaya (meski kecil) untuk mengembalikan marwah profesi guru yang seharusnya menjadi ujung tombak peradaban.
Uji Materiil ini adalah wujud nyata dari prinsip bahwa keadilan harus ditegakkan, dan kewarasan logika harus diperjuangkan, terlepas dari marginalisasi peran yang telah dialami seumur hidupnya.
Menang atau kalah dalam perjuangan bukanlah persoalan utama. Hasil akhir di meja pengadilan, sorak-sorai kemenangan, atau bahkan kekalahan yang menyakitkan, hanyalah bagian dari sebuah proses.
Yang terpenting adalah moralitas mental pejuang itu sendiri. Mereka yang digerakkan oleh moralitas tahu bahwa keberanian bukan berarti tanpa rasa takut, melainkan kemampuan untuk bertindak meskipun rasa takut itu ada. Mereka memahami bahwa integritas adalah kemenangan sejati, jauh melampaui kemenangan hukum atau opini publik.
Upaya Langitan
Rahasia dibalik kekuatan dahsyat Butet, Gamal, dan Stevenia adalah prinsip dan upaya langitan. Ini adalah dimensi spiritual yang melampaui kalkulasi duniawi.
Ketika seseorang berjuang untuk kebenaran, untuk keadilan, atau untuk kemaslahatan umat, mereka justru lebih berharap pada dukungan yang tak terlihat kasat mata. Ia justru mengerek tinggi harapan dan perjuangannya pada Yang Esa.
Dalam konteks perjuangan penulis melalui Uji Materiil UUGD, penulis mencoba mengais upaya langitan untuk memupuk keteguhannya. Kekuatan finansial nol besar. Jangankan menyewa Kuasa Hukum atau Saksi Ahli, menuju ke mahkamah saja harus menghemat, dan itupun kuatnya hanya membeli tiket ekonomi; demi sertifikasi yang belum cair.
Dukungan politik (jangankan oleh organissi yang menaunginya) oleh teman semeja profesinyapun mahal didapatkan. Namun, ia memiliki keyakinan kuat bahwa apa yang dilakukannya adalah demi kebaikan yang lebih besar.
Untuk itu, meski tak terucap, dalam setiap langkah, doa teman-teman sejawatnya selalu menyertai. Ada keyakinan yang tak tergoyahkan bahwa jika niatnya murni, jika perjuangannya dilandasi kebenaran, maka pertolongan-Nya akan berada dalam rengkuhannya.
Artikel Terkait
Kasus Guru Tendang Murid di Demak Diselesaikan Lewat Jalur Damai, Polisi Tekankan Pentingnya Pencegahan Kekerasan di Sekolah
Pernyataan Guru Rerisa Viral, Inspektorat Bengkulu : Harus Diluruskan
Dorong Kesetaraan dan Peningkatan Mutu Pendidikan, Sri Hartono Gugat Batas Usia Pensiun Guru ke Mahkamah Konstitusi
Sidang Uji Materi UU Guru dan Dosen Digelar 5 Agustus, MK Panggil Pemohon Sri Hartono
Tri dan 1.000 Guru Foundation Hadirkan Internet ke 400 Sekolah Pelosok Lewat Program Sedekah Kuota