Semarang, SUARA PEMBARUAN - Forum Wartawan Pemprov dan DPRD Jawa Tengah (FWPJT) akan menggelar diskusi publik bertajuk “Demo Rusuh atau Perusuh Demo?” sebagai upaya mencari pemahaman mendalam atas maraknya aksi unjuk rasa yang berujung ricuh di sejumlah daerah.
Acara ini juga menjadi bagian dari semangat baru Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi yang menjadikan Kantor Gubernur sebagai Rumah Rakyat, tempat terbuka untuk berdialog dan menampung aspirasi publik.
Fenomena aksi demonstrasi yang berlangsung pada Agustus lalu di berbagai kota besar, termasuk di Jawa Tengah, sempat memunculkan kekhawatiran publik. Unjuk rasa yang sejatinya menjadi sarana menyampaikan pendapat justru berubah menjadi kerusuhan, perusakan fasilitas umum, hingga penangkapan massa secara besar-besaran. Situasi tersebut menimbulkan pertanyaan: apakah kerusuhan itu murni akibat tindakan spontan para demonstran, atau ada pengaruh dan intervensi dari pihak lain di balik layar?
“Untuk memberikan pemahaman yang lebih komprehensif, kami mengangkat isu ini dalam diskusi yang menghadirkan narasumber berkompeten dari berbagai bidang,” ujar Imam Nuryanto, Ketua Panitia, didampingi Ketua FWPJT Damar Sinuko dan jajaran pengurus lainnya dalam keterangan pers, Senin (6/10).
Diskusi tersebut akan menghadirkan sejumlah tokoh penting, antara lain Kombes Pol Dwi Subagio (Direskrimum Polda Jateng), Imam Teguh Purnomo, SE, AKT (Ketua Komisi A DPRD Jateng), Septiaji Eko Nugroho (Ketua MAFINDO Jateng), serta Dr. T. Supriyadi (pengamat sosial).
Menariknya, acara juga akan menampilkan kesaksian dari Sherlizzein Sharifazia, siswi kelas II SMAN 1 Kaliwungu, yang akan berbagi pengalamannya saat berada di tengah situasi menjelang kerusuhan.
Agar diskusi terasa lebih dinamis, formatnya dikemas dalam bentuk talkshow interaktif dan dipandu oleh Bejan Syahidan, Pemimpin Redaksi Jateng Pos. Acara dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 9 Oktober 2025 pukul 12.00 WIB di Selasar Gedung Kantor Gubernur Jawa Tengah, Lantai 1, Jalan Pahlawan No. 9, Semarang.
Membedah Akar Konflik
Ketua FWPJT Damar Sinuko berharap kegiatan ini dapat menghasilkan rumusan penting untuk memahami akar penyebab aksi demonstrasi yang berubah menjadi kerusuhan di Jawa Tengah.
“Diskusi ini diharapkan bisa menjawab berbagai pertanyaan, mulai dari penyebab demo berujung rusuh, sejauh mana langkah aparat kepolisian berpengaruh terhadap eskalasi konflik, hingga apakah proses penangkapan massa sudah sesuai dengan aturan hukum dan prinsip HAM,” ujar Damar.
Selain itu, forum ini juga akan membahas kemungkinan adanya pihak luar yang turut memprovokasi situasi di lapangan. “Kami ingin menggali apakah aksi tersebut murni berasal dari aspirasi massa atau ada campur tangan pihak lain yang menunggangi momentum demo,” tambahnya.