Pilot WN Amerika Tewas Ditembak, Satgas Ops Damai Cartenz Pastikan PT AMA Jalankan Misi Kemanusiaan di Papua

Photo Author
Usmin., Suara Pembaruan
- Sabtu, 4 Juli 2026 | 20:38 WIB
Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz Kombes Pol Yusuf Sutejo memberikan ket erangan pers terkait tewasnya Pikot AS  karena ditwmbak di Yakuhimo.(Foto/Ist)
Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz Kombes Pol Yusuf Sutejo memberikan ket erangan pers terkait tewasnya Pikot AS karena ditwmbak di Yakuhimo.(Foto/Ist)

Jayapura, SUARA PEMBARUAN – Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 memastikan pilot pesawat PT Associated Mission Aviation (AMA), Captain Nicholas F. Goselin (29), warga negara Amerika Serikat, meninggal dunia akibat luka tembak pada insiden penembakan dan pembakaran pesawat Pilatus PK-RCY di Lapangan Terbang Balinggama, Distrik Sobaham, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan.

Sebelumnya, jenazah diterbangkan dari Timika pada pukul 16.30 WIT menggunakan Pesawat Boeing 737 (AI-7304) dan tiba di Jayapura pada pukul 17.30 WIT.

Kagiatan tersebut dihadiri oleh Kaops Damai Cartenz 2026 Irjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., Wakapolda Papua Brigjen Pol. Muhajir, S.I.K., M.H., Wakaops Damai Cartenz 2026 Kombes Pol. Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum., serta sejumlah pejabat utama TNI-Polri dan unsur terkait.

Setibanya di Jayapura, dilaksanakan prosesi ibadah penguatan yang dipimpin oleh Uskup Yanuarius Teofilus Matopai You. Selanjutnya, dilakukan penghormatan terakhir sebelum jenazah diberangkatkan ke RSUD Bhayangkara untuk menjalani visum oleh Dokter Spesialis Forensik beserta tim.

Sekitar pukul 23.55 WIT, usai pelaksanaan visum, jenazah kemudian diserahterimakan kepada perwakilan PT. AMA. Setelah itu, dilaksanakan press release di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Papua, Jayapura, Jumat (3/7/2026), yang menghadirkan Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026 Kombes Pol. Yusuf Sutejo, Karumkit RS Bhayangkara Polda Papua Kombes Pol. Dr. dr. Rommy Sebastian, M.Kes., M.H., CPM., QHIA., dan Kasatgas Gakkum Operasi Damai Cartenz-2026 Kombes Pol. I. G. G. Era Adinata, S.I.K.

Dalam kesempatan tersebut, Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026 Kombes Pol. Yusuf Sutejo menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya pilot PT AMA yang selama ini melayani penerbangan misi kemanusiaan dan keagamaan di wilayah pedalaman Papua.

"Atas nama Satgas Operasi Damai Cartenz-2026, kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban, pihak PT AMA, serta seluruh pihak yang terdampak atas peristiwa ini," ujar Kasatgas Humas.

Kasatgas Humas menambahkan, pihaknya saat ini telah melakukan pemeriksaan visum terhadap jenazah untuk membantu menjelaskan secara ilmiah penyebab kematian sehingga peristiwa pidana dapat menjadi lebih terang.

"Perlu kami sampaikan bahwa tadi pagi jenazah korban telah berhasil dievakuasi oleh jajaran TNI. Selanjutnya, pada malam hari ini kami melaksanakan salah satu rangkaian proses penegakan hukum, yaitu pemeriksaan visum terhadap jenazah. Mengapa tidak dilakukan autopsi, berdasarkan pemeriksaan awal terhadap kondisi jenazah, autopsi tidak dinilai sebagai tindakan yang sangat diperlukan karena penyebab kematian sudah dapat diketahui melalui pemeriksaan luar yang didukung pemeriksaan radiologi," jelas Kasatgas Humas.

Disisi lain, Karumkit RS Bhayangkara Polda Papua, dr. Rommy Sebastian, menyampaikan bahwa berdasarkan pemeriksaan yang dilakukan terhadap jenazah, pihaknya menemukan beberapa luka yakni.

"Terdapat Luka terbuka pada kepala, dahi, pipi kiri, dan daerah sekitar telinga kanan, Luka lecet pada sisi kanan kepala, Patah tulang rahang atas kiri dan kanan. Patah tulang rahang bawah sisi kanan akibat kekerasan benda tumpul. Selain itu, ditemukan luka terbuka pada pipi kiri yang sesuai dengan karakteristik luka tembak masuk tempel (contact gunshot wound), yaitu posisi moncong senjata berada tegak lurus dan menempel pada permukaan kulit," jelas Karumkit.

Karumkit juga menambahkan bahwa jalur peluru masuk melalui pipi kiri dan keluar di sekitar telinga kanan sehingga menyebabkan patah tulang maksila atau tulang pipi sebelah kanan.

"Pemeriksaan radiologi (X-ray) menunjukkan adanya patah tulang pada dasar tengkorak. Pemeriksaan ini dilakukan karena kami tidak melaksanakan autopsi dalam, melainkan hanya pemeriksaan luar yang didukung foto rontgen. Dari hasil tersebut diketahui bahwa lintasan peluru masuk dan keluar serta menyebabkan kerusakan berat pada dasar tengkorak. Cedera inilah yang menyebabkan korban meninggal dunia dengan sangat cepat atau sudden death," tambah Karumkit RS Bhayangkara Polda Papua.

Kasatgas Gakkum Ops Damai Cartenz Kombes Pol I. G. G. Era Adinata, menambahkan, sejak terjadinya peristiwa penembakan tersebut, pihaknya langsung melakukan serangkaian penyelidikan melalui pemeriksaan saksi, wawancara, pengumpulan informasi, serta pemantauan media sosial.

Halaman:

Editor: Usmin.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Rekomendasi

Terkini

Romo Para Jomblo Itu Telah Berpulang…

Jumat, 3 Juli 2026 | 15:29 WIB
X