Meski sempat terjadi kekacauan, petugas akhirnya berhasil memaksa massa menjauh dari lokasi aksi dan mengakhiri kericuhan menggunakan water cannon.
Baca Juga: Pemprov Sediakan BPJS Gratis dan Beasiswa Perangkat Desa di Bengkulu
Sebagian massa yang terdorong ke jalan raya yang lebih luas sempat melakukan perusakan pada pot tanaman di sepanjang jalan Pemuda. Pecahan pot tersebut kemudian digunakan untuk melempari petugas.
Aksi massa tersebut baru dapat dikendalikan petugas gabungan Polrestabes Semarang dan Polda Jateng, pada pukul 19.00 WIB. Para pendemo terus terdorong hingga akhirnya membubarkan diri.
Baca Juga: Diikuti 7 Negara, Asian School Badminton Championship Dibuka
Kombes Pol Artanto menegaskan bahwa Tindakan yang diambil petugas sudah sesuai dengan protap penggunaan kekuatan dan tindakan kepolisian sebagaimana perkap nomor 1 tahun 2009.
“Petugas di lapangan sudah cukup sabar dalam menghadapi aksi massa ini. Kita sudah memberikan mereka kesempatan untuk melakukan orasi dan terus menerus memberikan himbauan agar tidak melakukan perbuatan anarkis. Namun hingga batas waktu yang ditentukan mereka tidak bubar dan malah melakukan tindakan anarkis, sehingga kita harus melakukan tindakan untuk membubarkan,” jelasnya.Baca Juga: Kami Tahu, Kami Bisa! Pertamina Energi Negeri 7.0 Berbagi Ilmu di 4 Sekolah Dasar di Jateng dan DIY
Setelah pembubaran dilakukan, situasi di sekitar Jl. Pemuda dan Balai Kota Semarang kembali kondusif. Arus lalu lintas yang sempat dialihkan berangsur-angsur normal, hingga akhirnya pada pukul 20.00 WIB aktivitas masyarakat di sekitar lokasi unjuk rasa dapat kembali berjalan seperti biasa.*
Artikel Terkait
Unjuk Rasa Mahasiswa Jambi Berlangsung Damai
Unjuk Rasa Hari Ini, Sekolah-Sekolah Diliburkan, Polda Papua Kerahkan Ratusan Personel di Jayapura
Kuliah di UGM Libur Total untuk Demo Kawal Keputusan MK
Polda Jateng Serukan Unjuk Rasa Damai, Kabidhumas : Cerminan Kebebasan yang Bertanggung Jawab