Kehadiran Tim Staf Khusus Presiden Billy Mambrasar pada Forum Multipihak di Merauke Tegaskan Konsistensi Pemerintahan Jokowi Membangun Papua

Photo Author
Stefy Thenu, Suara Pembaruan
- Senin, 4 Maret 2024 | 14:38 WIB
Stafsus Presiden Billy Mambrasar.  (tangkapan layar instagram )
Stafsus Presiden Billy Mambrasar. (tangkapan layar instagram )

Merauke, suarapembaruan.news – Sebagai negara kepulauan yang terus menjalankan pembangunannya, Indonesia masih memiliki daerah yang belum merata aksesnya terhadap fasilitas dan layanan dasar, seperti infrastruktur transportasi, kesehatan, pendidikan, dan ekonomi. Daerah ini biasa dikenal dengan sebutan daerah terluar, terdepan dan tertinggal (3T).


Sejak pertama kali ditunjuk oleh Presiden Joko Widodo 2019 lalu, Staf Khusus Presiden RI Bidang Inovasi, Pendidikan dan Daerah Terluar Billy Mambrasar secara konsisten menjadi motor pembangunan sumber daya manusia Papua, khususnya generasi muda yang merupakan mayoritas demografi menuju Indonesia Emas 2045.


Masih dengan tujuan menjalankan mandat presiden Joko Widodo, pada kesempatan ini Billy kembali melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Papua Selatan, yang diwakili oleh Asisten SKP Julianne Sari Manurung (Debbie).


Dalam kunjungan akhir Februari lalu, Tim SKP Billy Mambrasar mengadakan pertemuan dengan Yayasan Wasur Lestari yang merupakan bagian dari Forum Multi Pihak atau Multi Stakeholder Forum (MSF) bertempat di Hotel Halogen, Kelapa Lima, Merauke.


Dihadiri oleh berbagai organisasi non-profit, pertemuan ini bertujuan mendiskusikan sejumlah permasalahan yang telah terjadi di Papua, sebagai wilayah yang memiliki banyak daerah 3T.
Permasalahan yang didiskusikan antara lain pemberdayaan masyarakat dan sumber daya manusia, masalah perizinan dalam pengembangan usaha, sekaligus pemanfaatan sumber daya alam untuk diterapkan di Merauke.


“Sejak awal saya bergabung, Kaka Billy selalu menekankan konsentrasinya kepada daerah terluar Indonesia. Artinya, bukan hanya Papua, tetapi juga daerah-daerah terluar dan tertinggal lainnya dari Aceh hingga Papua,’’ Juliane Sari Manurung, yang juga akrab disapa Debbie.


Kali ini, pihaknya mengadakan pertemuan dengan beberapa anggota dari Forum Multi Pihak atau Multi Stakeholder Forum (MSF) di Provinsi Papua Selatan guna menemukan root cause atau akar permasalahan dari tantangan-tantangan yang dihadapi masyarakat Papua Selatan saat ini.


“Kaka Billy ingin memastikan bahwa perhatian pemerintah pusat untuk Papua tidak terhenti hanya karena berganti kekuasaan. Oleh sebab itu, hingga delapan bulan ke depan, Tim SKP Billy Mambrasar atau yang kita sebut Tim Bawa Perubahan (BAPER) akan terus mengawal agenda-agenda pembangunan di Papua, dengan memastikan kepentingan masyarakat setempat menjadi landasannya,” lanjut Debbie lagi.


Dari pertemuan ini, pihaknya mendapatkan beberapa permasalahan utama yang dihadapi masyarakat Papua Selatan hari-hari ini, di antaranya pengembangan sumber daya manusia salah satunya melalui program Petani Millenial, dan pemanfaatan sumber daya alam yang optimal.
Langkah selanjutnya, pihaknya akan mendesain bagaimana inisiatif dan program yang diinisiasi Kaka Billy bersama K/L terkait serta pihak privat, bisa menjawab isu-isu ini.


Program Petani Mienial diketahui telah sukses mencetak lebih dari 22,000 Petani Milenial, atau hamper mencapai 35% dari total petani di Papua. Yang pada akhirnya mampu membantu menyuplai kebutuhan pangan nasional.


Program ini diharapkan dapat menjadi langkah besar dalam memberikan lapangan pekerjaan kepada Masyarakat Merauke, sekaligus menjadi jalan awal untuk mewujudkan kemandirian pangan di wilayah Papua.


Secara terpisah, Tenaga Ahli Kantor Staf Presiden (KSP) Theo Litaay menyatakan, Pemerintah terus memberikan perhatian terhadap daerah 3T, tantangan yang dihadapi adalah pembangunan sumber daya manusia (SDM) khususnya kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur.


“Untuk itu, perlu adanya kolaborasi berbagai pihak untuk mewujudkan dan menjadikan daerah-daerah ini kuat dalam pijakan yang mandiri. Presiden Jokowi menempatkan pembangunan SDM unggul sebagai prioritas utama,” ujar Theno Litaay.


Terkait hal ini, Staf Khusus Presiden Billy Mambrasar menyampaikan apresiasinya kepada pemerintah Provinsi Papua Selatan yang terus membuka ruang-ruang diskusi dan kerja sama dengannya selaku Staf Khusus Presiden, maupun pendiri Yayasan Kitong Bisa (Kitong Bisa Foundation) untuk bersama membangun Indonesia dari Papua.

Halaman:

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Romo Para Jomblo Itu Telah Berpulang…

Jumat, 3 Juli 2026 | 15:29 WIB
X