Jakarta, SUARA PEMBARUAN — Layanan darurat 110 milik Polri menjadi sorotan tajam di media sosial setelah sebuah utas viral di Threads mengungkap pengalaman mengecewakan saat melaporkan kecelakaan lalu lintas. Keluhan itu memicu gelombang curhat serupa dari warganet yang menilai respons layanan kepolisian masih jauh dari harapan publik.
Utas yang ramai diperbincangkan tersebut diunggah akun @de.pirjin. Dalam unggahannya, pemilik akun mengaku menelepon nomor 110 untuk melaporkan kecelakaan di ruas Tol Cililitan sekitar pukul 04.00 WIB pada Kamis (2/7/2026). Namun, alih-alih mendapat respons sigap, ia justru mengaku mendengar suara petugas sedang makan hingga bersendawa.
“Saya telepon 110 untuk laporan ada kecelakaan di Tol Cililitan, tapi saat telepon diangkat tidak ada respons jelas dari call center. Yang terdengar malah suara makan dan sendawa,” tulis akun tersebut dalam utas yang kemudian viral.
Keluhan itu langsung menyedot perhatian publik. Pemilik akun menilai respons petugas sangat tidak profesional untuk ukuran layanan darurat yang semestinya cepat dan tanggap terhadap situasi genting. Ia bahkan membandingkan layanan 110 dengan nomor darurat di negara lain yang menurutnya jauh lebih responsif.
Kekecewaan itu juga dituangkan dengan menandai akun resmi kepolisian, termasuk akun yang berkaitan dengan layanan kepolisian. Dalam unggahan lanjutan, ia meminta agar petugas yang berjaga saat itu ditelusuri dan dievaluasi.
“Bagaimana ini? Tolong dilacak petugas call center yang berjaga pagi itu. Saya berusaha percaya pada layanan kepolisian, tapi respons seperti ini justru mengecewakan,” tulisnya.
Tak berhenti pada satu unggahan, utas tersebut kemudian dibanjiri pengalaman serupa dari pengguna media sosial lain. Sejumlah warganet mengaku pernah mengalami respons yang dianggap lamban, tidak solutif, bahkan cenderung melempar tanggung jawab ke unit kepolisian lain saat mereka mencoba menggunakan layanan 110.
Salah satu akun mengaku pernah menghubungi 110 saat pandemi COVID-19 untuk melaporkan balapan liar yang mengganggu lingkungan. Namun, menurut pengakuannya, petugas justru meminta dirinya menghubungi polsek setempat secara langsung.
Ada pula warganet yang membagikan pengalaman berkomunikasi dengan kepolisian melalui pesan WhatsApp terkait kasus penipuan. Dalam tangkapan layar yang diunggah, pelapor mengeluhkan respons petugas yang dianggap tidak membantu karena meminta korban ikut melacak keberadaan pelaku, padahal pelapor merasa tidak memiliki kewenangan maupun alat untuk melakukan hal tersebut.
Ramainya keluhan itu kembali menyoroti kualitas layanan darurat 110 yang selama ini diklaim sebagai akses cepat dan gratis bagi masyarakat untuk meminta bantuan kepolisian. Dalam penjelasan resmi di situs Polri, layanan Contact Center 110 disebut disiapkan agar masyarakat dapat menyampaikan laporan kecelakaan, tindak kekerasan, ancaman, bencana, hingga gangguan keamanan lainnya secara cepat dan terintegrasi. Polri juga menyatakan setiap informasi yang masuk akan diteruskan kepada petugas terdekat untuk segera ditindaklanjuti.
Layanan itu bahkan disebut aktif selama 24 jam dan menjadi salah satu instrumen utama pelayanan publik kepolisian berbasis teknologi. Namun, viralnya keluhan dari media sosial memperlihatkan masih adanya jarak antara konsep pelayanan yang dijanjikan dengan pengalaman nyata sebagian masyarakat di lapangan.
Hingga berita ini ditulis, belum ada tanggapan resmi dari pihak Polri terkait utas viral tersebut maupun keluhan-keluhan lain yang ikut bermunculan di media sosial. Meski begitu, perbincangan di ruang digital terus bergulir dan mendorong tuntutan agar kualitas layanan darurat 110 dievaluasi secara menyeluruh.
Sorotan publik ini sekaligus menjadi pengingat bahwa layanan darurat bukan sekadar saluran telepon, melainkan wajah kehadiran negara saat warga berada dalam situasi genting. Ketika respons yang diterima justru dinilai lamban atau tidak profesional, kepercayaan masyarakat terhadap institusi penegak hukum pun ikut dipertaruhkan.
Artikel Terkait
Polri Gelar Doa Bersama Lintas Agama Sambut Hari Bhayangkara
Sambut Hari Bhayangkara , Polri Bedah 80 Rumah Layak Huni di Sejumlah Lokasi
Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Benteng Marlborough, Momentum Perkuat Sinergi Polri dan Masyarakat
Hari Bhayangkara ke-80, Polri Tegaskan Transformasi Berkelanjutan, Hadir dan Mengabdi Masyarakat
Wakapolri Resmikan Revitalisasi Masjid Panggilan Sujud, Perkuat Pembentukan Karakter Personel Polri