“Ketika di Istanbul, baru bisa, itu pun cuma sekali karena saya nggak pegang handphone,” kata Ronggo.
Ronggo juga menceritakan pengalaman berat yang dialaminya selama berada dalam tahanan. Ia mengaku mendapat tekanan fisik maupun mental saat menjalankan misi kemanusiaan tersebut.
Relawan GSF itu bahkan mengaku sempat dipaksa berjalan merangkak dan tidur di lantai basah selama masa penahanan.
Meski demikian, Ronggo mengatakan dirinya tetap teguh menjalankan misi kemanusiaan demi menyuarakan penderitaan rakyat Palestina.
Kini, setelah kembali ke Indonesia dengan selamat, ia merasa bersyukur dapat berkumpul lagi bersama keluarga.
Di balik perjuangan berat itu, Ronggo mengaku kebanggaan sang anak menjadi kekuatan tersendiri baginya.
“Hanan juga pasti bangga,” ujarnya.
Artikel Terkait
72 Relawan Kemanusiaan PMI untuk Bencana Diberangkatkan ke Sumatera dan Aceh
Konten MBG Disandingkan dengan Gaza, SPPG Cilacap Dikecam Warganet
Viral Video Menhan Israel Ejek Relawan GSF yang Ditahan, Aktivis Dipaksa Berlutut dengan Tangan Terikat
9 Relawan WNI Global Sumud Flotilla Dipulangkan, KJRI Ungkap Dugaan Kekerasan Saat Ditahan Israel
Relawan WNI Global Sumud Flotilla Ungkap Dugaan Penyiksaan oleh Tentara Israel: Dipukul hingga Disetrum
Relawan GSF Bongkar Dugaan Penyiksaan Tentara Israel: Disetrum hingga Ditembak Peluru Karet