Tangis Haru Sambut Ronggo Wirasanu Pulang dari Misi Gaza, Poster Sang Anak Jadi Sorotan

Photo Author
Redaksi, Suara Pembaruan
- Selasa, 26 Mei 2026 | 18:15 WIB
Mengintip momen haru saat kepulangan WNI Relawan Global Sumud Flotilla, Ronggo Wirasanu ke Tanah Air setelah misi kemanusiaan Gaza. (Instagram.com/@zhulfakar)
Mengintip momen haru saat kepulangan WNI Relawan Global Sumud Flotilla, Ronggo Wirasanu ke Tanah Air setelah misi kemanusiaan Gaza. (Instagram.com/@zhulfakar)

 

Jakarta, SUARA PEMBARUAN - Suasana haru menyelimuti kepulangan Ronggo Wirasanu, salah satu aktivis kemanusiaan Indonesia yang sempat ditahan pasukan militer Israel saat menjalankan misi kemanusiaan menuju Gaza, Palestina.

Ronggo bersama delapan warga negara Indonesia (WNI) lainnya yang tergabung dalam relawan Global Sumud Flotilla (GSF) akhirnya tiba kembali di Indonesia dengan selamat pada Minggu (24/5/2026).

Momen emosional itu terjadi di Bandara Internasional Soekarno-Hatta ketika sang anak, Hanan Wira Al Ghazi, menyambut kepulangan ayahnya dengan penuh bangga.

Perhatian publik di media sosial tertuju pada poster yang dibawa Hanan bertuliskan “Selamat Datang Ayah Ronggo Pahlawanku”.

Cuplikan suasana haru tersebut viral setelah dibagikan akun Instagram @zhulfakar pada Selasa (26/5/2026).

“Selamat berkumpul kembali dengan keluarga ya,” tulis akun tersebut dalam unggahannya.

Sebelum bertemu langsung dengan sang ayah, Hanan terlihat sabar menunggu konferensi pers yang digelar Ronggo bersama relawan WNI lainnya usai tiba di Tanah Air.

Begitu acara selesai, Hanan langsung memeluk ayahnya erat sambil menahan tangis bahagia setelah hampir sepekan diliputi rasa cemas.

Dalam keterangannya, Hanan mengaku sangat khawatir sejak mendapat kabar ayahnya ditahan tentara Israel pada 18 Mei 2026 lalu.

Selama beberapa hari, ia terus menunggu kabar sang ayah yang sulit dihubungi.

“Khawatir sekali, sedih, tapi aku yakin ayah selamat,” ujar Hanan.

Sementara itu, Ronggo mengungkapkan dirinya baru dapat menghubungi keluarga setelah tiba di Istanbul, Turki.

Selama ditahan, ia mengaku tidak dapat berkomunikasi lantaran telepon genggamnya disita.

Halaman:

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

DMI Kerja Sama Dewan Imam Nasional Australia

Rabu, 15 Juli 2026 | 13:56 WIB
X