Ia menambahkan, sejumlah dokter lain juga sempat memperingatkan dirinya agar waspada terhadap Iril.
Menurutnya, sebagian besar kasus pelecehan justru terjadi di klinik, bukan di rumah sakit.
"Untuk di RS tidak terlalu banyak kasus kepada pasien," ujarnya.Baca Juga: Dukung Sekolah Rakyat, Pemprov Jateng Tunggu Assesment Kemensos
Namun berbeda dengan di klinik. Di sana, menurut pengakuannya, hampir seluruh pasien menjadi korban pelecehan.
"Hampir semua pasien," tambahnya.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa Iril memiliki pola dalam memilih korban. Perempuan hamil di trimester kedua dan ketiga menjadi target utama.Baca Juga: 40 SD dan SMP di Kota Bengkulu Baru Laksanakan Program MBG
"Terutama yang hamil trimester 2 dan 3. Karena kalau trimester 1 tidak akan ada kesempatan untuk tangan ke arah atas perut dekat dada," ujarnya menjelaskan.
Modusnya pun nyaris selalu sama: membangun kedekatan lewat media sosial dan pesan pribadi.
Diawali dengan obrolan ringan, sang dokter akan berusaha menarik perhatian para pasien.Baca Juga: Sekolah Rakyat di Kota Bengkulu Mulai Terima Calon Siswa
"Dia akan chat pasien diawali dengan basa-basi nanya tempat di Garut wisata dan kuliner. Lama kelamaan dia akan reply semua update pasien, chat gak jelas dan merayu pasien menawarkan USG gratis," ungkapnya.
Jika pasien menanggapi, maka jebakan pun dimulai.
Mereka diminta datang di jam praktik terakhir dengan syarat tidak mendaftar seperti biasa.Baca Juga: Spirit Mathias Wenda Jadikan Perjuangan Politik Bangsa Papua Merdeka Tetap Hidup Abadi
"Pasien yang masuk perangkap akan disuruh datang ke klinik di jam terakhir. Dengan larangan daftar dan harus bilang sudah ada janji dengan dia kepada asisten," jelasnya.
Sementara itu, para asisten atau staf yang seharusnya mendampingi justru disuruh pulang lebih dulu.Baca Juga: Pemkab Bengkulu Tengah Siapkan 100 Unit Rumah Tanpa DP Untuk ASN dan PPPK
"Kita bukan tidak mendampingi tapi kita selalu disuruh pulang dan tidak boleh masuk," katanya.
Artikel Terkait
Menkes Selidiki Prosedur Pengambilan Obat Bius oleh Dokter Residen Anestesi Pelaku Pemerkosaan Keluarga Pasien
Lagi, Oknum Dokter Cabul! Dokter Kandungan Diduga Lakukan Pelecehan Seksual di Garut Ditangkap Polisi
Pihak Klinik Ungkap Dokter Kandungan yang Viral Sudah Berhenti Praktik
Kemenkes : STR Dokter Kandungan Garut Bakal Dinonaktifkan
Kang Dedi Mulyadi Minta Dokter Kandungan Garut Dicabut Izinnya