Selain menerima pengaduan tatap muka, Hendrik juga melakukan customer visit kepada pasien yang menjalani rawat inap maupun rawat jalan.
Baca Juga: Pemprov Bengkulu Ajak Semua Pihak Dorong Perubahan Iklim Berbasis Kelautan
“Dalam sebulan, saya melakukan customer visit kepada 60 pasien rawat jalan dan 40 pasien rawat inap,” tuturnya.
Bani (62) warga Kendal, pasien cuci darah (HD), yang dikunjunginya di bangsal HD mengaku senang dikunjungi petugas BPJS SATU.
Dirinya mengaku sudah menjalani cuci darah selama 2 tahun dan rutin melakukan cuci darah selama 2 kali dalam seminggu.
“Di sini enak, mas. Perawatnya ramah-ramah. Beda banget saat di rumah sakit daerah,” kata Bani, curhat.
Baca Juga: Pemprov Bengkulu Ajak Semua Pihak Dorong Perubahan Iklim Berbasis Kelautan
Kepada Bani, Hendrik pun memberikan sejumlah informasi layanan kesehatan terutama terkait perpanjangan rujukan.
“Bisa kok diperpanjang seminggu sebelum masa berlaku habis, jadi tidak perlu menunggu jatuh tempo masa berlaku,” tegasnya.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Semarang, Fitria Nurlaila Pulukadang mengatakan, pihaknya terus memberikan kemudahan, kepastian dan kecepatan layanan kepada peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).
Baca Juga: Sukseskan Pilkada Serentak, KPU Provinsi Bengkulu Sosialisasikan Peraturan KPU No 8 Tahun 2024
Salah satunya, melalui BPJS SATU yang menjalankan fungsi Penanganan Pengaduan Peserta Rumah Sakit (P3RS). Hendrik, dan petugas BPJS SATU lainnya, menjadi ujung tombak BPJS Kesehatan di lapangan.
Petugas BPJS SATU telah berperan menjadi ujung tombak pemecah kebuntuan layanan kesehatan di rumah sakit bagi para peserta program JKN.
Fitria menjelaskan, animo masyarakat menjadi peserta JKN-KIS terbilang cukup tinggi. Di Kota Semarang, kata Fitria, peserta JKN telah mencapai 100 persen Universal Health Coverage (UHC), yakni sebanyak 1.724.149 orang. Sedangkan di Kabupaten Demak 1.234.396 orang atau 99,06 persen.