Bopeng muncul sebagai bentuk untuk merespons dan berusaha memperbaiki jerawat.
Proses perbaikan jerawat meliputi produksi kolagen dan jika tubuh terlalu banyak memproduksi kolagen, maka akan muncul bopeng dan bekas jerawat.Baca Juga: Pemprov Bengkulu dan PMII Bahas Penguatan Peran Mahasiswa Islam
Penggunaan masker yang berlapis dan ketat ini membuat kulit menjadi leih lembap dan oily atau berminyak.
Karena kulit juga butuh bernapas, kondisi COVID memungkinkan nakes tidak pernah melepas masker yang digunakan.
Akhirnya, minyak dan bakteri bisa berkembang biak secara cepat dan menyumbat pori-pori kulit.
Bopeng sendiri merupakan bekas jerawat yang bentuknya cekung hingga terlihat seperti lubang di kulit.Baca Juga: Perencanaan Kunci Utama Capai Visi Wujudkan Bengkulu Berkemajuan dan Berdaya Saing
Karena sumbatan pori-pori itulah yang membuat bopeng muncul ketika lapisan kulit yang lebih dalam rusak karena jerawat.
Bagaimana cara menghilangkan bopeng?
Tidak ada cara yang bisa menghilangkan bopeng dengan instan.
Semua pengobatannya tergantung pada jenis bopeng dan tingkat keparahannya di kulit.Baca Juga: Rugikan Negara 10 Miliar, Penyidikan Korupsi Pengelolaan Plasa Klaten Berlanjut, Enam Saksi Diperiksa Maraton
Untuk perawatan mandiri, bisa mencoba skincare yang mengandung AHA retinoid, asam laktat, atau asam salisilat untuk memudarkan bekas luka.
Sementara untuk hasil yang lebih optimal, disarankan menemui dokter kecantikan untuk perawatan seperti peeling, laser, suntik keloid, dan yang lainnya.
*
Artikel Terkait
Kebijakan Stimulus Restrukturisasi Kredit Perbankan Dampak Covid-19 Berakhir
Pro Kontra Kasus Kematian Dokter Aulia, Ada Makna Tersirat Antara Hak dan Kewajiban Seorang Dokter
Asisten III Mamberamo Tengah Menganiaya Seorang Dokter Dengan Kayu Balok
Sama Seperti Covid-19 yang Tak Bisa Diobati, Begini Cara Mendiagnosis HMPV
Apakah Penderita HMPV Perlu Melakukan Isolasi Seperti Penderita Covid-19? Ini Pencegahan dan Pengobatannya!