Dokter dan Influencer Ngaku Wajahnya Bopeng karena Rawat Pasien COVID-19, Masak Sih?

Photo Author
Stefy Thenu, Suara Pembaruan
- Jumat, 24 Januari 2025 | 12:02 WIB
Ilustrasi bopeng karena bekas jerawat - ramai Doktif sebut rawat pasien COVID-19 bikin bopeng(pixabay)
Ilustrasi bopeng karena bekas jerawat - ramai Doktif sebut rawat pasien COVID-19 bikin bopeng(pixabay)


SUARA PEMBARUAN - Dokter Detektif atau Doktif, dokter sekaligus influencer kesehatan kena nyinyir salah satu asisten Shella Saukia yang tengah berselisih dengannya.Baca Juga: Eks 'Song Song Couple' Beda Nasib: Film Dark Nuns Song Hye-kyo Laris Saat Pemesanan Tiket, Tapi Film Bogota Song Joong-ki Anjlok

Asisten bos skincare itu mengatakan kalau ia akan memanggil Doktif sebagai ‘Dokter Bopeng.’

“Sekarang aku resmi panggil dia Dokter Bopeng karena mukanya memang bopeng, ini fakta lho,” ujar asisten Shella Saukia yang dipanggil Panda pada Jumat, 17 Januari 2025.

Doktif kemudian menjawabnya dengan mengatakan kalau bopeng itu ia miliki usai merawat pasien COVID-19.

“Ini bopeng karena ngurusin pasien COVID,” jawab Doktif pada video tersebut.Baca Juga: Hamas Ucapkan Terima Kasih atas Peran Jusuf Kalla membantu Bangsa Palestina

Disindir sesama dokter

Setelah ramai video Doktif ini, Dokter Eka Ananda yang merupakan dokter kecantikan membuat konten dengan mengatakan keraguannya tentang COVID-19 yang bisa menyebabkan bopeng di wajah.

“Ilmu baru, bisa bopeng kalau ngurusin pasien COVID,” tulis caption pada videonya.Baca Juga: MIND ID Mediapreneur Talks Promedia di Kota Medan 2025 Bahas Media, Publisher Right, hingga Tren Iklan Digital

Setelah video tersebut viral, dokter influencer lainnya yaitu Dokter Ayman Alatas juga speak up tentang bagaimana korelasi COVID-19 bisa membuat bopeng di wajah.

Video TikTok yang diunggah pada Minggu, 19 Januari 2025, Dokter Ayman kembali mengingat saat masa COVID-19 yang membuat para nakes harus menggunakan masker yang lama dan berlapis.

“Tau kan bagaimana kemungkinan terjadinya jerawat di kondisi pakai masker yang seketat itu, risikonya jauh lebih besar, pasti tenaga kesehatan pahamlah secara teoritis,” kata Dokter Ayman.Baca Juga: KPU Kaur Gelar Rakor Evaluasi Kinerja Pelaksanaan Pilkada Serentak 2024

Karena kulit lembap bisa mengakibatkan jerawat yang menimbulkan scars atau luka dan menjadi bopeng.

“Mungkin gak secara langsung, tapi kan saat COVID terjadi, tenaga kesehatan bekerja di kondisi seperti itu,” imbuhnya.

Penyebab bopeng

Halaman:

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X