Semarang, SUARA PEMBARUAN – BPJS Kesehatan Cabang Semarang terus mempercepat transformasi layanan digital untuk meningkatkan kemudahan akses bagi peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Berbagai inovasi seperti antrean online melalui Mobile JKN, layanan administrasi WhatsApp Pandawa, hingga Program Rencana Pembayaran Bertahap (REHAB) 3.0 menjadi strategi utama dalam meningkatkan kualitas pelayanan sepanjang 2026.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Semarang, Debbie Nianta Musigiasari, mengatakan pemanfaatan teknologi digital menjadi bagian penting dalam menghadirkan layanan yang cepat, mudah, dan efisien bagi masyarakat.
Hingga 1 Juli 2026, jumlah peserta JKN di wilayah kerja BPJS Kesehatan Cabang Semarang mencapai 1.702.768 jiwa di Kota Semarang dan 1.259.386 jiwa di Kabupaten Demak. Cakupan kepesertaan di Kota Semarang telah mencapai 100 persen, sedangkan Kabupaten Demak sebesar 99,42 persen, sehingga tetap mempertahankan status Universal Health Coverage (UHC).
"Keberhasilan mempertahankan UHC tidak lepas dari dukungan pemerintah daerah, fasilitas kesehatan, serta media yang terus membantu menyampaikan informasi Program JKN kepada masyarakat," kata Debbie, Kamis (30/7).
Untuk mempermudah akses layanan administrasi, BPJS Kesehatan terus mengoptimalkan kanal non tatap muka melalui aplikasi Mobile JKN, Layanan Administrasi melalui WhatsApp (Pandawa), serta Care Center 165. Peserta kini juga dapat memesan antrean pelayanan kantor cabang secara daring melalui Mobile JKN sehingga tidak perlu menunggu lama saat datang ke kantor.
"Antrean online sudah diterapkan di Kantor Cabang Semarang sebagai upaya meningkatkan kenyamanan dan efisiensi pelayanan kepada peserta," ujarnya.
Di sektor pelayanan kesehatan, BPJS Kesehatan Cabang Semarang telah bermitra dengan 356 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), 40 Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL), 22 Apotek Program Rujuk Balik, 48 ruang farmasi, 30 optik, dan sembilan laboratorium.
Selain itu, layanan kesehatan rujukan berteknologi tinggi juga terus diperluas. Delapan rumah sakit di Semarang kini menyediakan layanan cathlab, kemoterapi, hingga radioterapi yang dapat diakses peserta JKN, yaitu RSI Sultan Agung, RS Hermina Pandanaran, RS Telogorejo, RSUD Dr Adhyatma, RSUP dr. Kariadi, RS St. Elisabeth, RSD KRMT Wongsonegoro, dan RS Nasional Diponegoro.
Untuk meningkatkan kualitas layanan di rumah sakit, BPJS Kesehatan juga menghadirkan Petugas Pemberi Informasi dan Penanganan Pengaduan (PIPP) serta BPJS SATU yang siap membantu peserta memperoleh informasi maupun menyampaikan keluhan secara langsung.
Sementara itu, bagi peserta yang memiliki tunggakan iuran, BPJS Kesehatan menghadirkan REHAB 3.0. Melalui program ini, peserta dapat melunasi tunggakan secara bertahap dengan pilihan pembayaran bulanan, mingguan, atau harian melalui virtual account sehingga status kepesertaan tetap dapat dipertahankan.
Tak hanya fokus pada digitalisasi layanan, BPJS Kesehatan Cabang Semarang juga menggelar survei kebutuhan peserta melalui program customer centrix hingga 17 Agustus 2026. Masukan dari peserta akan menjadi dasar penyempurnaan pelayanan agar semakin sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
"Kami berharap masyarakat ikut berpartisipasi memberikan masukan sehingga kualitas pelayanan Program JKN terus meningkat dan semakin memberikan manfaat bagi seluruh peserta," tutup Debbie.*
Artikel Terkait
BPJS Kesehatan Gandeng UIN Walisongo, Kampus Didorong Jadi Motor Literasi JKN
Kasus Cuci Darah Peserta JKN Naik, BPJS Kesehatan Semarang Perkuat Layanan Hemodialisa
Kabar Baik untuk ASN, Orang Tua hingga Anak Keempat Kini Bisa Masuk Tanggungan JKN
BPJS Kesehatan Luncurkan LANURI, Layanan JKN Kini Menjangkau Daerah 3T Lewat VIOLA dan BPJS Keliling
BPJS Kesehatan Goes to Campus di UNDIP, Bekali Calon Dokter Pahami JKN Sejak Bangku Kuliah