Semarang, SUARA PEMBARUAN – BPJS Kesehatan Cabang Semarang terus memperkuat literasi Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di kalangan generasi muda melalui kegiatan BPJS Kesehatan Goes to Campus bertajuk Wujud Nyata Social Health Insurance yang Terpercaya di Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro (UNDIP), Selasa (28/7/2026).
Kegiatan tersebut diikuti seluruh mahasiswa semester lima Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran UNDIP. Melalui program ini, para calon dokter diperkenalkan lebih mendalam mengenai penyelenggaraan Program JKN, mulai dari sistem pembiayaan, mekanisme pelayanan, hingga peran BPJS Kesehatan dalam menjamin akses layanan kesehatan bagi masyarakat Indonesia.
Ketua Program Studi Kedokteran UNDIP, Santoso, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bekal penting bagi mahasiswa karena nantinya mereka akan terlibat langsung dalam pelayanan kesehatan yang berkaitan erat dengan sistem JKN.
"BPJS Kesehatan Goes to Campus sangat bermanfaat bagi mahasiswa kami. Harapannya, mereka dapat memahami sistem jaminan kesehatan nasional karena sebagai tenaga kesehatan nantinya pasti akan bersinggungan dengan Program JKN," ujar Santoso.
Menurutnya, pemahaman mengenai sistem pembiayaan kesehatan nasional menjadi bekal penting agar calon dokter mampu memberikan pelayanan kesehatan yang optimal sekaligus memahami mekanisme pembiayaan yang berlaku di Indonesia.
Santoso berharap kolaborasi antara BPJS Kesehatan dan Fakultas Kedokteran UNDIP terus berlanjut sehingga mampu memberikan kontribusi positif dalam peningkatan mutu pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Sementara itu, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Semarang, Debbie Nianta Musigiasari, menegaskan generasi muda memiliki peran strategis dalam menjaga keberlanjutan Program JKN di masa depan.
"Partisipasi aktif generasi muda, khususnya mahasiswa yang kelak menjadi garda terdepan pelayanan kesehatan, sangat penting untuk memperkuat semangat gotong royong dalam Program JKN agar tetap berkelanjutan," kata Debbie.
Ia menjelaskan, konsep gotong royong menjadi fondasi utama Program JKN. Sebagai ilustrasi, biaya operasi jantung yang dapat mencapai sekitar Rp130 juta bisa ditanggung melalui akumulasi iuran sekitar 3.095 peserta JKN sehat peserta mandiri dengan iuran Rp35 ribu. Konsep tersebut menunjukkan bahwa peserta yang sehat turut membantu membiayai peserta yang sedang sakit.
Selain memahami sistem jaminan kesehatan, Debbie juga mengingatkan mahasiswa untuk mulai menerapkan pola hidup sehat sejak usia muda. Menurutnya, penyakit kronis seperti diabetes melitus dan hipertensi kini semakin banyak ditemukan pada kelompok usia produktif dengan tren peningkatan kasus sekitar 55 persen.
Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, BPJS Kesehatan menghadirkan Program Pengelolaan Penyakit Kronis Muda (Prolanis Muda) yang ditujukan bagi peserta JKN berusia di bawah 45 tahun. Program ini bertujuan membantu peserta mengendalikan kondisi kesehatannya secara rutin bersama fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP).
Debbie juga mengajak generasi muda memanfaatkan berbagai platform digital untuk menyebarluaskan informasi yang benar mengenai Program JKN.
"Kami berharap mahasiswa menjadi agen edukasi yang mampu meningkatkan literasi masyarakat sekaligus menyebarkan informasi yang akurat mengenai layanan JKN melalui berbagai media digital," pungkasnya.*
Artikel Terkait
BPJS Kesehatan Goes to Campus di UNNES, Cetak Mahasiswa Jadi Agen Literasi JKN
BPJS Kesehatan Gandeng UIN Walisongo, Kampus Didorong Jadi Motor Literasi JKN
Kasus Cuci Darah Peserta JKN Naik, BPJS Kesehatan Semarang Perkuat Layanan Hemodialisa
Kabar Baik untuk ASN, Orang Tua hingga Anak Keempat Kini Bisa Masuk Tanggungan JKN
BPJS Kesehatan Luncurkan LANURI, Layanan JKN Kini Menjangkau Daerah 3T Lewat VIOLA dan BPJS Keliling