Pejuang Talasemia Ini Bertahan Berkat JKN, Akses Mudah hingga Transfusi Rutin Tanpa Beban Biaya

Photo Author
Stefy Thenu, Suara Pembaruan
- Selasa, 24 Februari 2026 | 12:30 WIB
Adelina Puspitasari (30) penderita talasemia yang merasakan manfaat program JKN.
Adelina Puspitasari (30) penderita talasemia yang merasakan manfaat program JKN.

Semarang, SUARA PEMBARUAN  – Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) terus menjadi harapan bagi masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan, khususnya bagi mereka yang hidup dengan penyakit katastropik. Pengobatan jangka panjang yang harus dijalani tanpa henti membuat para pasien tetap menaruh kepercayaan pada keberlanjutan program ini.Baca Juga: MBG Untuk Siapa?

Adelina Puspitasari (30), ibu satu anak asal Borobudur, Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang, merasakan langsung kemudahan akses layanan melalui JKN saat menghadapi penyakit talasemia yang dideritanya sejak masih duduk di bangku sekolah dasar.

“Saya mulai terkena talasemia sejak usia sembilan tahun. Waktu kecil sering merasa lemas, pusing, dan tubuh terlihat pucat. Awalnya dibawa ibu ke puskesmas, dikira anemia biasa, lalu dirujuk ke rumah sakit untuk transfusi,” tuturnya saat ditemui di kediamannya, Senin (23/02).Baca Juga: Anggaran KIP Kuliah Terus Meningkat, Pemerintah Pastikan Akses Pendidikan Tinggi Tetap Terjaga

Seiring waktu, kondisi Adelina tak kunjung membaik. Tubuhnya kembali lemah, disertai pusing dan pucat. Pemeriksaan lanjutan pun dilakukan. Hasilnya, kadar hemoglobin dalam darahnya hanya mencapai angka empat, jauh di bawah normal.

“Karena itu, saya menjalani pemeriksaan HbE untuk mengetahui kelainan darah. Dari situ akhirnya saya didiagnosis talasemia,” jelasnya.Baca Juga: OJK Tuntaskan Kasus BPR Panca Dana, Tiga Eks Pejabat Jadi Tersangka

Bertahun-tahun hidup dengan talasemia, Adelina terdaftar sebagai peserta JKN melalui skema Universal Health Coverage (UHC) yang dibiayai Pemerintah Kota Semarang. Ia mengaku bersyukur karena hingga kini tidak pernah mengalami kendala dalam pengobatan.

“Alhamdulillah sejak dulu sampai sekarang tidak pernah ada masalah, mulai tindakan medis, obat-obatan yang selalu tersedia, sampai transfusi. Bahkan saat saya hamil, program UHC ini sangat membantu keluarga kami,” ujarnya.Baca Juga: Tambang Ilegal Dibongkar, Polisi Tangkap Dua Pelaku di Boyolali dan Kendal

Saat ini, Adelina fokus menjaga pola hidup sehat dan rutin menjalani transfusi darah setiap dua minggu sekali di Rumah Sakit dr. Kariadi. Menurutnya, kondisi tubuh terasa jauh lebih baik setelah menjalani transfusi.

Ia juga mengapresiasi berbagai inovasi dalam program JKN. Salah satu kemudahan yang dirasakannya adalah proses perpanjangan surat rujukan yang kini dapat dilakukan langsung di rumah sakit bagi pasien talasemia.Baca Juga: Jelang Ramadhan, Polisi Sidak Pasar dan Swalayan di Semarang, Harga Sembako Masih Stabil

“Program JKN dan UHC benar-benar membantu, terutama dari sisi biaya. Pengobatan talasemia membutuhkan biaya besar, karena harus transfusi rutin dan konsumsi obat. Tidak terbayangkan jika harus membayar sendiri,” tambahnya.

Adelina berharap program ini terus berjalan dan semakin baik, sehingga dapat membantu lebih banyak pasien dengan penyakit katastropik seperti dirinya.Baca Juga: SIG Kirim 36 Ribu Bata Interlock Presisi, Percepat Pembangunan Huntap Korban Banjir Padang

“Saya sangat berterima kasih. BPJS Kesehatan dan UHC telah mendukung pengobatan saya dari dulu sampai sekarang,” tutupnya dengan senyum penuh optimisme.*

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

GMTD Perkuat Peran Kader Posyandu di Makassar

Sabtu, 27 Juni 2026 | 22:47 WIB
X