Doa Rosario berakar pada abad pertengahan, berkembang dari kebiasaan para biarawan yang berdoa 150 Mazmur setiap hari. Karena banyak umat tidak mampu membaca, mereka mengganti Mazmur dengan 150 kali doa Salam Maria, yang kemudian dibagi dalam kelompok 10 dengan disisipkan doa Bapa Kami.Baca Juga: Serapan Beras Bulog Bulan April Capai 1,3 Juta Ton
Menurut tradisi, Santo Dominikus menerima inspirasi doa Rosario dari Bunda Maria pada awal abad ke-13 untuk melawan ajaran sesat Albigensian. Doa Rosario lalu diformalisasi oleh Ordo Dominikan dan secara resmi dipromosikan oleh Gereja.
Struktur Rosario modern mencakup:
20 peristiwa kehidupan Kristus dan Maria yang disebut Peristiwa Rosario: Gembira, Sedih, Mulia, dan Terang (ditambahkan oleh Paus Yohanes Paulus II tahun 2002).
Makna Doa Rosario
Doa Rosario lebih dari sekadar pengulangan doa; ia merupakan meditasi mendalam atas misteri keselamatan melalui kehidupan Yesus dan Maria. Setiap dekade membawa umat kepada refleksi Injili, memperdalam penghayatan iman akan karya Kristus.Baca Juga: Pemberdayaan Perempuan: Apa yang Akan Terjadi Jika Perempuan Tidak Mendapatkan Hak-nya
Doa Rosario mengandung tiga dimensi utama:
Doa lisan: melalui pengulangan Salam Maria, Bapa Kami, dan Kemuliaan.
Meditasi rohani: merenungkan peristiwa kehidupan Kristus dan Maria.
Kontemplasi iman: menyatu dengan misteri keselamatan melalui Maria.Baca Juga: Danantara Ambil Alih Pengelolaan GBK, Rosan Roeslani: Saatnya Transformasi Total
Manfaat Doa Rosario
a. Menguatkan Iman dan Harapan
Rosario membantu umat melihat kehidupan Kristus dan Maria dalam suka dan duka, sehingga memberikan kekuatan menghadapi pergumulan hidup.
b. Memberi Kedamaian Batin
Irama dan pengulangan doa membantu menenangkan pikiran dan membuka hati kepada kehadiran Allah.Baca Juga: Hari Jadi Kota Semarang ke-478 Dimeriahkan Ragam Festival, Kuliner, hingga Parade Budaya