Ibu Pahlawan Tak Bernama, Tapi Abadi Dalam Hati dan Jiwa

Photo Author
Bangun P Lubis, Suara Pembaruan
- Jumat, 2 Mei 2025 | 15:23 WIB
Cinta Ibu {Foto: dok; Islampost ]
Cinta Ibu {Foto: dok; Islampost ]

Dalam Cahaya Islam, Mereka Membesarkan Peradaban

DALAM sejarah Islam, banyak perempuan tak dikenal dunia, tapi dikenal langit. Mereka tidak tercetak dalam buku sejarah sebagai jenderal, raja, atau pemimpin bangsa. Namun di mata Allah, mereka adalah pahlawan abadi. Dalam diam dan kesederhanaannya, mereka mengukir takdir umat manusia.

1. Aminah binti Wahb: Kasih Ibu yang Mengandung Kenabian

Aminah, ibu dari Rasulullah ﷺ, adalah perempuan tangguh yang menanggung beban luar biasa. Ia mengandung Muhammad ﷺ dalam keadaan sendiri, ditinggal wafat oleh suaminya, Abdullah. Tapi ia menjaga kandungannya dengan penuh cinta dan pengharapan.

Dalam Al-Qur’an, Allah mengabadikan kehormatan para ibu melalui firman-Nya:

“Dan Kami perintahkan kepada manusia (agar berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun...”
(QS. Luqman: 14)

Baca Juga: Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak di Jatim Turun 33,2 %, dan 31,7%

Walau hanya sebentar memeluk Muhammad ﷺ sebelum dipanggil Allah, kasih sayangnya tetap hidup dalam sejarah kenabian. Ia tidak disebut banyak dalam hadis, tapi tanpa Aminah, takkan lahir manusia paling mulia yang membawa rahmat bagi alam semesta.

2. Hajar: Ibu yang Berlari demi Sebuah Doa

Hajar, istri Nabi Ibrahim, adalah lambang keikhlasan, iman, dan keteguhan. Ditinggalkan di lembah gersang Makkah bersama bayi kecilnya, Ismail, ia hanya bertanya:

"Apakah ini perintah Allah?"
Ibrahim menjawab: "Ya."
Ia berkata: "Kalau begitu, Allah tidak akan menelantarkan kami."
(HR. Bukhari)

-
Air mata dan larinya antara bukit Shafa dan Marwah bukan sekadar tindakan panik seorang ibu, tetapi manifestasi tauhid dan ikhtiar yang begitu agung. Allah menjadikan tindakannya sebagai rukun dalam ibadah haji:

"Sesungguhnya Shafa dan Marwah adalah sebagian dari syi'ar Allah. Maka barang siapa berhaji ke Baitullah atau berumrah, maka tidak ada dosa baginya untuk mengerjakan sa'i antara keduanya."(QS. Al-Baqarah: 158).

Baca Juga: Islam Memberikan Kedudukan Tinggi Bagi Kaum Wanita yang Shalihah

Hari ini, jutaan umat Islam menapaki jejak Hajar — perempuan yang tidak menyampaikan khutbah, tapi seluruh dunia meneladani langkahnya.

3. Ibu Imam Syafi’i: Pendekar Ilmu dari Balik Tirai Kesederhanaan

Imam Syafi’i, sang hujjatul Islam, tidak lahir dari istana atau kekayaan. Ia tumbuh dalam pelukan ibunya — seorang wanita miskin, tapi berjiwa mulia. Ibunya menjual sedikit demi sedikit barang demi barang untuk membiayai pendidikan anaknya ke Makkah dan Madinah.

Halaman:

Artikel Selanjutnya

Wanita adalah Mutiara

Editor: Bangun P Lubis

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Ketika Adab Runtuh, Negeri Tinggal Nama

Sabtu, 3 Januari 2026 | 12:04 WIB

Allah Selalu Menjagamu Setiap Desah Nafasmu

Kamis, 18 September 2025 | 07:33 WIB

Allah Mencintai Hamba yang Terus Berbuat Baik

Rabu, 17 September 2025 | 07:46 WIB

Ketika Kesabaran Menjadi Jalan Hidayah

Jumat, 23 Mei 2025 | 15:07 WIB

Husniah Lepas 599 Jemaah Calon Haji Gowa

Jumat, 25 April 2025 | 13:46 WIB
X