Asuhlah Anakmu Secara Islam
Dalam berbagai kisah risalah Islam, disebut bahwa Generasi unggul yang hadir dalam perjalanan sejarah kehidupan manusia tidak pernah lahir tanpa pengasuhan orang tuanya sendiri, terutama ibu. Imam Syafi’i tumbuh menjadi ulama lintas zaman karena didikan ibunya yang luar biasa. Demikian pula dengan Imam Bukhari, perawi hadist terpercaya itu juga tumbuh dalam perawatan langsung ibunya sendiri.
Baca Juga: Adab Bekerja Bagi Seorang Islam
Bahkan di dalam Al-Qur’an, Nabi Musa juga memiliki ketangguhan mental berkat cinta kasih ibunya. Pun demikian halnya dengan Nabi Ismail yang memiliki ketaatan luar biasa, semuanya karena peran orang tuanya sendiri, utamanya sang ibu, Siti Hajar. Namun, kini peran penting dan strategis ini tidak menjadi pilihan favorit banyak kaum hawa. Kebutuhan ekonomi telah menjadi alasan kuat para orang tua, baik ayah dan ibu terjun semua ke dunia kerja. Bahkan, tidak jarang karena alasan kerja, banyak anak dititipkan kepada kakek dan nenek, sebagian malah menitipkannya di penitipan anak (baby care).
Banyak diantara kita menyebut bahwa merawat tiga anak akan sangat sulit atanpa bantuan orang lain. Akan tetapi fakta yang dihindari banyak kaum hawa itu justru menjadikan dirinya tertantang untuk bisa menikmati merawat tiga anaknya sendiri. Lelah baginya adalah sebuah mahar untuk masa depan anak-anaknya.
“Merawat anak dengan tangan sendiri memang sangat melelahkan, apalagi ketika anak sudah lebih dari satu dan dua. Lelahnya memang sangat luar biasa, bukan fisik semata, tetapi juga pikiran dan perasaan. Terlebih kala semuanya menangis dengan permintaan yang berbeda-beda. Tetapi inilah mahar yang harus dibayar oleh seorang ibu untuk masa depan putra-putrinya.
Fisik menjadi lelah karena anak yang belum mengerti, sehingga sering kali menghamburkan apa pun yang dilihatnya menarik untuk dijadikan mainan. Akibatnya rumah tidak pernah bersih dan rapi. “Nah kalau sudah seperti itu, otomatis harus dibersihkan lagi, bukan sekali dua kali, tapi berkali-kali”.
Namun, rasa lelah itu sekejap terbayar kala melihat senyum anak-anak. Kadang teringat juga kelak mereka akan menjadi penerus perjuangan. Hanya saja, kala sudah sangat lelah, lebih baik istirahat dengan mengajak anak bermain, meskipun rumah kadang masih berantakan. Jika tidak demikian, maka emosi akan cenderung negatif.
Baca Juga: Prabowo-Anwar Ibrahim Sepakat Tertibkan Masalah Bilateral Termasuk Tenaga Kerja
Istirahat dan bermain bersama anak adalah cara terbaik untuk menstabilkan emosi, sehingga energi positif kembali terhimpun dan kembali bisa digunakan untuk merawat anak di masa-masa berikutnya. Kala anak-anak tertidur semua, seketika muncul harapan yang begitu besar di dalam hati agar Allah menjadikan mereka anak-anak yang sholeh-sholehah dan memiliki kemampuan tertentu yang menjadikannya bermanfaat bagi kehidupan umat di masa depan. Kala harapan itu muncul, rasa cinta juga semakin kuat, bahkan rasanya ikatan batin ini dengan anak-anak semakin tak terpisahkan. Ada perasaan bahagia yang tak bisa terucapkan. Sangat membahagiakan, meski itu masih sebuah harapan.
Iman yang Kuat
Dalam konteks merawat dan mendidik anak, tugas ini sebenarnya bukan semata tugas naluriah kemanusiaan, lebih dari sekedar apa pun, merawat anak dengan penuh kesungguhan dan pengorbanan adalah manifestasi dari iman. Di dalam Al-Qur’an, Allah berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu.” (QS. At-Tahrim [66]: 6).
Jika dalam masa balita saja seorang ibu harus demikian lelah, maka kala dewasa, mungkin fisik sudah tidak menjadi tantangan. Tetapi, moral dan spiritual sungguh tak bisa dikendalikan hanya dengan intruksi, butuh keteladanan.
Keterlibatan yang intensif seorang ibu dalam merawat dan mendidik anaknya sejak dini dengan tanganya sendiri akan memudahkan tugas-tugas berikutnya seorang ibu dan ayah dalam mengarahkan akhlak anak.
Artikel Terkait
Prabowo-Anwar Ibrahim Sepakat Tertibkan Masalah Bilateral Termasuk Tenaga Kerja
Momen Lucu Prabowo Tunjuk Pajangan Mobil F1: Maaf Mobilnya Nggak Bisa Pak!
Survei Indikator: Gen Z Paling Puas dengan Kinerja Prabowo
Program Bantuan Pakaian Seragam dan Peralatan Sekolah Bagi Siswa SD dan SMP di Benteng Berlanjut
KPU Benteng Gelar Rapat Evaluasi Pilkada dan Berikan Penghargaan PPK dan PPS Kinerja Terbaik
Investor Asal Turki Garap Panas Bumi di Kepahang dengan Investasi Rp 1 Triliun
Pertamina Pastikan Ketersediaan LPG 3 Kg di Sulawesi Aman Selama Libur Panjang
Kasus Polwan Selingkuh, Kuasa Hukum Pelapor Belum Dapat Salinan Putusan Sidang KKEP
Atraksi Barongsai Meriahkan Perayaan Imlek di Bengkulu
Belasan Ribu Peserta BPJS Kesehatan Mandiri di Bengkulu Selatan Tunggak Iuran