Tuntunlah Anak Kejalan Mengenal Allah
PERASAN sebagaimana ada di hati dan benak orang tua terasa berlebihan. Tetapi memang kenyataannya demikian. Namanya juga anak, pastilah menjadi sebuah perhatian yang amat sangat penting.
Orang tua bertanya, “Mengapa anakku menjadi seperti itu ?” atau “Mengapa anakku melakukan itu?”. Pertanyaan ini sangat sering keluar dari orang tua pada saat menemukan perilaku anak atau perkembangan anak yang diluar harapan orang tua.
Anak adalah mutiara dalam keluarga, buah hati orang tua. Bahkan Allah berfirman dalam Al-Qur’an surat Al Kahfi ayat 46 yang artinya “ Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia”.
Kehadiran anak di tengah keluarga merupakan amanah yang sangat besar bagi orang tua. Oleh karenanya, orang tua dituntut untuk selalu memperhatikan perkembangan lahir dan batin anaknya. Dalam Islam perkembangan anak dibagi menjadi dua, yaitu tamyiz adalah masa dimana anak-anak telah dapat membedakan sesuatu dengan baik, mana yang baik untuk dirinya dan mana yang buruk baginya
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam merupakan uswah bagi orang-orang yang beriman. Oleh karenanya kita diperintahkan untuk mencontoh beliau dalam berbagai perkara syariat, termasuk mendidik anak (tarbiyatul aulad).
Baca Juga: Teror Ledakan Pager di Lebanon Menandakan Umat Islam Tertinggal Teknologi
Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia”. Akan jadi kemuliaan
di akhirat, bila engkau memiliki anak yang shalih
Orang tua perlu memperhatikan perilaku anak, pendidikan agama untuk anak, terutama aqidah yang menjadi pondasi ke-Islaman. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mengajarkan kepada Abdullah bin Abbas radhiyallahu”anhuma, beliau bersabda :“Wahai anak, sesungguhnya aku akan mengajarkan kepadamu beberapa kalimat. Jagalah (hak-hak) Allah, niscaya Allah akan menjagamu, jagalah (hak-hak) Allah, niscaya engkau mendapatiNya dihadapanmu. Apabila engkau meminta, maka mintalah kepada Allah, dan apabila engkau memohon pertolongan maka mohonlah kepada Allah. Dan ketahuilah, sekiranya ummat ini bersatu untuk memberimu manfaat maka manfaat tersebut tidak akan sampai kepadamu kecuali apa yang telah ditetapkan Allah atasmu.”
“Dan apabila ummat ini bersatu untuk mencelakakanmu maka sedikit pun mereka tidak akan mampu melakukannya kecuali apa yang telah Allah tetapkan atasmu. Pena (takdir) telah terangkat dan lembaran (takdir) telah mengering. Dan ketahuilah, sesungguhnya bersabar atas apa-apa yang tidak engkau sukai itu memiliki kebaikan yang amat banyak. Dan sesungguhnya pertolongan itu (ada) bersama kesabaran. Dan sesungguhnya kelapangan itu (datang) bersama kesulitan, dan sesungguhnya kesulitan itu bersama kemudahan”. (HR. At-Tirmidzi No. 2516).
Raihlah cinta Allah dengan mendidik dan mengajari keluarga sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur’an surat At-Tahrim ayat 6, “Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu”.
Artikel Terkait
Prabowo-Anwar Ibrahim Sepakat Tertibkan Masalah Bilateral Termasuk Tenaga Kerja
Momen Lucu Prabowo Tunjuk Pajangan Mobil F1: Maaf Mobilnya Nggak Bisa Pak!
Survei Indikator: Gen Z Paling Puas dengan Kinerja Prabowo
Program Bantuan Pakaian Seragam dan Peralatan Sekolah Bagi Siswa SD dan SMP di Benteng Berlanjut
KPU Benteng Gelar Rapat Evaluasi Pilkada dan Berikan Penghargaan PPK dan PPS Kinerja Terbaik
Investor Asal Turki Garap Panas Bumi di Kepahang dengan Investasi Rp 1 Triliun
Pertamina Pastikan Ketersediaan LPG 3 Kg di Sulawesi Aman Selama Libur Panjang
Kasus Polwan Selingkuh, Kuasa Hukum Pelapor Belum Dapat Salinan Putusan Sidang KKEP
Atraksi Barongsai Meriahkan Perayaan Imlek di Bengkulu
Belasan Ribu Peserta BPJS Kesehatan Mandiri di Bengkulu Selatan Tunggak Iuran