Tipikor Semarang Dijaga Ketat, Pengunjung Sidang Sudewo Wajib Tunjukkan KTP

Photo Author
Gregorius Steven, Suara Pembaruan
- Senin, 6 Juli 2026 | 14:45 WIB
Bupati Nonaktif Pati Sudewo dibawa dengan mobil tahanan usai menjalani sidang di Pengadilan Tipikor Semarang, Senin (6/7/2026). (SP/Gregorius Steven)
Bupati Nonaktif Pati Sudewo dibawa dengan mobil tahanan usai menjalani sidang di Pengadilan Tipikor Semarang, Senin (6/7/2026). (SP/Gregorius Steven)

“Tim ormas kami sebagian dimintai KTP. Bagus itu supaya legalitas atau identitas personal yang masuk terdata,” ujarnya.

Sutirto menyebut, sekitar 50 orang dari kelompok pendukung Sudewo berhasil masuk ke area pengadilan untuk mengikuti persidangan.

Di tengah pengamanan ketat tersebut, dukungan terhadap Sudewo juga disuarakan sejumlah warga yang hadir di persidangan. Salah satunya datang dari Sukarni, warga yang mengaku tergabung dalam kelompok Aksi Pati Bangkit. Ia menegaskan kehadirannya di Pengadilan Tipikor Semarang murni atas inisiatif pribadi, tanpa bayaran dari pihak mana pun.

“Saya hadir mengawal sidang Bapak Sudewo. Tidak ada yang membayar saya, saya datang sendiri,” ujar Sukarni di sela persidangan.

Dalam keterangannya, Sukarni mengaku hadir sebagai bentuk dukungan terhadap Sudewo yang menurutnya telah membawa dampak nyata bagi masyarakat kecil di Kabupaten Pati. Ia menyebut sejumlah program seperti bedah rumah, pembangunan fasilitas WC, hingga perbaikan jalan telah dirasakan langsung manfaatnya oleh warga.

Ia bahkan mengaku menjadi salah satu warga yang merasakan hasil pembangunan di masa kepemimpinan Sudewo. Karena itu, ia menilai tuduhan yang kini menjerat Sudewo tidak sejalan dengan kenyataan yang dirasakan sebagian masyarakat.

“Saya mewakili rakyat kecil. Bapak Sudewo tidak bersalah. Tolong bebaskan Bapak Sudewo,” katanya.

Sukarni mengatakan dirinya berasal dari wilayah Teluk dan merasakan sendiri manfaat pembangunan yang, menurut dia, belum pernah dirasakan secara maksimal pada periode-periode sebelumnya. Program bedah rumah dan pembangunan infrastruktur dasar, lanjutnya, telah membantu masyarakat yang selama ini hidup dalam keterbatasan.

Tak hanya itu, Sukarni juga menyinggung pentingnya penegakan hukum yang adil dan menyeluruh. Ia meminta aparat penegak hukum tidak hanya berfokus pada perkara yang kini menjerat Sudewo, tetapi juga berani menelusuri kinerja pejabat-pejabat di periode sebelumnya.

“Kalau memang KPK berani datang ke Pati, periksa juga pejabat-pejabat dahulu yang 10 tahun tanpa membuat rakyat menikmati pembangunan,” ujarnya.

Menurut Sukarni, kehadirannya di ruang sidang bukan semata-mata untuk membela sosok Sudewo, melainkan menyuarakan aspirasi warga kecil yang merasa terbantu oleh program-program pembangunan di daerah. Ia berharap proses hukum berjalan jujur, adil, dan tidak menutup mata terhadap suara masyarakat penerima manfaat pembangunan.

“Demi rakyat kecil Pati, saya minta keadilan ditegakkan seadil-adilnya,” tuturnya.

 

Halaman:

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X