Informasi awal menyebutkan, malam itu Iko berpamitan kepada keluarga untuk menjemput rekannya yang ditahan di Polda Jateng. Namun, keesokan harinya ia justru dibawa dalam kondisi kritis ke RSUP dr. Kariadi menggunakan kendaraan Brimob.
“Hal ini memunculkan tanda tanya. Jika benar kecelakaan, mengapa Brimob yang mengantar? Itu tidak wajar,” tegas Ady.
Ia juga menyebut, hingga kini sepeda motor Iko masih berada di Polda Jateng, sementara barang pribadi seperti telepon genggam dan atribut kampus belum jelas keberadaannya.
PBH menegaskan akan menempuh jalur hukum bila ditemukan indikasi kekerasan yang melibatkan aparat. Selain itu, pihaknya kini menggali keterangan dari rekan Iko yang masih dirawat di RSUP dr. Kariadi.
“Kami akan terus mendampingi keluarga untuk mencari kebenaran agar kasus ini benar-benar terungkap,” tandas Ady.*
Artikel Terkait
Demo di Semarang Berakhir Rusuh, Puluhan Provokator Diamankan
Prabowo Minta Kapolri Naikkan Pangkat Polisi yang Jadi Korban Kericuhan Demo
Aksi Demo Ribuan Mahasiswa di Gedung DPRD Provinsi Bengkulu Berlangsung Tertib dan Damai
Misteri Kematian Mahasiswa FH Unnes Iko Juliant Junior: Kecelakaan Lalu Lintas atau Dugaan Kekerasan Aparat?