Kepemimpinan Sujarwanto juga teruji di masa-masa transisi pemerintahan daerah.
Ia pernah menjabat sebagai Penjabat Bupati Semarang (2015–2016), Penjabat Sementara Bupati Klaten (2020), dan terbaru sebagai Penjabat Bupati Pati (2024).
Di setiap penugasan singkat itu, ia menunjukkan kemampuan menjaga stabilitas dan kesinambungan pembangunan. Bahkan Badan Pusat Statistik (BPS) Pati memberikan apresiasi atas kinerjanya yang mampu menjaga roda pembangunan tetap berjalan di tengah dinamika politik lokal.
Filosofi Kepemimpinan
Bagi Sujarwanto, kepemimpinan bukan ajang mencari popularitas, melainkan seni menyatukan potensi banyak pihak untuk bergerak dalam satu arah. Sinergi menjadi kata kunci yang terus ia tanamkan dalam setiap kebijakan dan tindakan.
Ia meyakini, keberhasilan pembangunan hanya tercapai jika pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat bekerja dalam satu visi. Pandangan itu bukan sekadar teori—ia wujudkan dalam langkah konkret di berbagai posisi yang pernah ia emban.
Ia juga dikenal responsif terhadap isu-isu strategis seperti pemberdayaan UMKM, transisi energi, dan penguatan iklim investasi yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.
Sujarwanto menikah pada 1991 dengan Monica Ratnawati, ST, rekan sekaligus adik kelasnya di UPN “Veteran” Yogyakarta. Dari pernikahan itu lahir tiga putra—seluruhnya mengikuti jejak orang tua sebagai insan teknik dan profesional di berbagai BUMN ternama. Kini keluarga besar Sujarwanto telah bertambah dengan menantu dan cucu yang menjadi sumber kebahagiaan tersendiri.
Dengan pengalaman panjang, keteguhan visi, dan filosofi kepemimpinan yang menekankan sinergi, Dr. Sujarwanto Dwiatmoko tampil sebagai birokrat visioner yang tak hanya pandai menyusun strategi, tetapi juga mampu mengeksekusinya dengan nyata.
Dari meja rapat hingga lapangan, dari provinsi hingga kabupaten, ia konsisten membawa satu pesan sederhana namun mendalam:
pembangunan hanya akan berhasil jika semua pihak bergerak bersama.*