Rampingkan Birokrasi dan Hemat Anggaran, Donald Trump Tawarkan Pensiun Dini Bagi PNS AS dengan Pesangon 8 Kali Gaji

Photo Author
Stefy Thenu, Suara Pembaruan
- Kamis, 30 Januari 2025 | 16:52 WIB
Presiden AS Donald Trump menawarkan PNS AS untuk pensiun dini. (instagram.com/realdonaldtrump)
Presiden AS Donald Trump menawarkan PNS AS untuk pensiun dini. (instagram.com/realdonaldtrump)

 

 

SUARA PEMBARUAN - Pemerintah Amerika Serikat (AS) di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump mengumumkan kebijakan baru pada Selasa yang menawarkan pembayaran gaji selama delapan bulan bagi dua juta pegawai federal sipil penuh waktu yang bersedia mengundurkan diri.Baca Juga: Investor Asal Turki Garap Panas Bumi di Kepahang dengan Investasi Rp 1 Triliun

Langkah ini merupakan bagian dari strategi besar Trump untuk memangkas jumlah pegawai negeri sipil (PNS) di berbagai lembaga pemerintahan AS secara signifikan.

"Program pengunduran diri yang ditangguhkan" memungkinkan pegawai federal tetap menerima gaji hingga 30 September tanpa harus menjalankan tugas mereka secara langsung.Baca Juga: Pertamina Pastikan Ketersediaan LPG 3 Kg di Sulawesi Aman Selama Libur Panjang

Beberapa tugas mereka bahkan bisa dikurangi atau dihapus selama periode tersebut.

Informasi ini disampaikan dalam sebuah email yang dikirimkan kepada para pegawai federal dan dilaporkan oleh Reuters serta dikutip oleh France 24 pada Rabu, 29 Januari 2025.

Dalam email tersebut, pegawai federal diberikan tenggat waktu hingga 6 Februari untuk memutuskan apakah mereka akan mengikuti program ini.Baca Juga: Kasus Polwan Selingkuh, Kuasa Hukum Pelapor Belum Dapat Salinan Putusan Sidang KEPP

Bagi mereka yang berminat, instruksinya adalah membalas email tersebut dari akun pemerintah resmi dengan menuliskan kata "mengundurkan diri."

Penawaran ini mencakup sebagian besar PNS, kecuali mereka yang bekerja dalam bidang keamanan nasional, imigrasi, serta pegawai di Layanan Pos AS.Baca Juga: Atraksi Barongsai Meriahkan Perayaan Imlek di Bengkulu

Kebijakan ini mencerminkan pendekatan Presiden Trump yang berfokus pada efisiensi pemerintahan dengan merampingkan struktur birokrasi dan menyesuaikan lembaga pemerintah dengan prioritas politiknya.

Sejak awal masa jabatannya, Trump berusaha mengurangi jumlah pegawai federal guna menghemat anggaran dan menciptakan sistem yang lebih fleksibel.Baca Juga: Belasan Ribu Peserta BPJS Kesehatan Mandiri di Bengkulu Selatan Tunggak Iuran

Saat ini, terdapat sekitar 2,3 juta pegawai negeri sipil di AS di luar pegawai Layanan Pos.

Mayoritas dari mereka bekerja di badan-badan keamanan, tetapi ratusan ribu lainnya bertugas dalam berbagai sektor, seperti pelayanan kesehatan veteran, pengawasan pertanian, dan administrasi anggaran pemerintah.

Menurut email yang dikirimkan, pemerintah menginginkan "tenaga kerja yang lebih ramping dan fleksibel."Baca Juga: Pemain Andalan SMANSA 82 Siap Perkuat Tim Sepakbola Kaltara Melawan Tim Negara Sabah

Halaman:

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X