Meski militer dan beberapa badan tertentu mungkin akan menambah staf, banyak lembaga lainnya akan menghadapi restrukturisasi dan kemungkinan pemutusan hubungan kerja.
"Saat ini, kami tidak dapat memberikan jaminan penuh mengenai keberlanjutan posisi atau lembaga tempat Anda bekerja, tetapi jika posisi Anda dihapus, Anda akan diperlakukan dengan bermartabat. Reformasi tenaga kerja federal akan menjadi langkah besar," bunyi email tersebut.Baca Juga: Pertamina dan Polda Sulut Teken Perjanjian Penyediaan BBM dan Pelumas Tahun 2025
Penawaran pensiun dini ini diharapkan dapat menghemat anggaran pemerintah secara signifikan.
Pejabat senior pemerintahan memperkirakan bahwa jika 5 hingga 10 persen PNS bersedia mengundurkan diri, maka AS bisa menghemat sekitar USD 100 miliar atau sekitar Rp1.621 triliun (dengan asumsi kurs Rp16.214 per dolar AS).Baca Juga: KPU Benteng Gelar Rapat Evaluasi Pilkada dan Berikan Penghargaan PPK dan PPS Kinerja Terbaik
Kebijakan ini pertama kali terungkap melalui sebuah memo yang dikirim oleh pemerintahan Trump kepada pegawai federal.
Para pegawai yang setuju untuk mundur diminta membalas email dengan menuliskan kata "resign."
"Tenaga kerja federal (PNS) harus menjadi yang terbaik yang bisa ditawarkan Amerika.Baca Juga: Program Bantuan Pakaian Seragam dan Peralatan Sekolah Bagi Siswa SD dan SMP di Benteng Berlanjut
Kami akan menuntut keunggulan di setiap level," demikian kutipan dari memo tersebut, sebagaimana dilaporkan oleh Channel News Asia pada Rabu, 29 Januari.
Program pensiun dini massal ini akan dimulai pada Selasa, 3 Februari, dan berakhir pada 6 Februari 2025.
Selain alasan efisiensi anggaran, kebijakan ini juga diyakini bertujuan untuk mendorong pegawai federal kembali bekerja dari kantor.Baca Juga: Survei Indikator: Gen Z Paling Puas dengan Kinerja Prabowo
Selama beberapa tahun terakhir, banyak pegawai federal menikmati kebijakan bekerja dari rumah, terutama sejak pandemi COVID-19 melanda.
Dengan kebijakan baru ini, Trump ingin mengubah budaya kerja di kalangan pegawai federal dan memastikan bahwa tenaga kerja pemerintah kembali ke kantor sesuai dengan kebijakan administrasi saat ini.
Artikel Terkait
Halal Bihalal Polda Jateng, Kapolda : Ini Ops Ketupat Candi Terakhir Saya sebelum Pensiun
OJR 3 Semar Ngarep Pensiun: Saat Para Gembala dan Umatnya Tertawa dan Berjoget Bersama
OECD dan IOPS Kolaborasi Tingkatkan Sistem Dana Pensiun Global
Hendra Setiawan Sampaikan Salam Perpisahan, Resmi Pensiun Usai 35 Tahun Meraih Segudang Prestasi
Mulai 2025, Usia Pensiun Naik Jadi 59, Berikut Ini Berbagai Manfaat yang Diterima Pensiunan