BM juga menyinggung pernyataan Soeharto dalam buku “Soeharto: Ucapan, Pikiran, dan Tindakan Saya”, yang dianggap sebagai pengakuan terhadap keterlibatan dalam Petrus. Ia juga mengutip Wakil Presiden Adam Malik yang menyatakan bahwa para korban tidak perlu diberi hak untuk membela diri melalui proses hukum.Baca Juga: Hari Jadi Kota Semarang ke-478 Dimeriahkan Ragam Festival, Kuliner, hingga Parade Budaya
Mengenai masa pelariannya yang lebih lama dari durasi operasi Petrus, BM mengatakan hal itu dilakukan demi keselamatan dirinya dan keluarganya. Ia mengungkapkan bahwa banyak anak-anak korban Petrus juga menjadi sasaran tekanan dan pemerasan aparat.
Di akhir pernyataannya, BM menyampaikan rasa kecewa terhadap lambannya proses penegakan keadilan.Baca Juga: Soroti Tantangan Finansial dalam Pendidikan Dokter Spesialis, Menkes: Beban Berat bagi yang Bukan dari Keluarga Mampu
“Saya sudah tidak peduli apakah kasus ini mau dibuka atau tidak. Saya sempat senang ketika katanya pemerintah akan menanganinya, tapi ternyata hanya fokus pada korban, bukan pada pelaku. Saya jadi tidak tertarik lagi,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi terhadap peran aktivis hukum dan HAM, HJC Princen, yang disebut berkontribusi dalam membongkar kasus Petrus hingga mendapatkan perhatian internasional, termasuk dari Menteri Luar Negeri Belanda.*Baca Juga: PGN Perkuat Ketahanan Energi Nasional Melalui Optimalisasi Operasional di Kuartal I 2025
Artikel Terkait
Malaysia Tahan WNI yang Diduga Terlibat dalam Kasus Penembakan 5 WNI di Selangor
Setelah Penembakan yang Tewaskan 2 TKI, Mendagri Malaysia Ungkap soal Adanya Dugaan Penyelundupan Narkoba atau Senjata
Soal Penembakan 5 WNI, Kemlu Indonesia: Tak Ada Indikasi Penyelundupan
Kasus Penembakan 5 WNI, Mendagri Malaysia Ungkap Ada 2 Fase Investigasi Polisi dan Internal APMM
IPW Desak Pelaku Penembakan 3 Polisi Segera Ditangkap