Rembang, suarapembaruan.news – Kelompok kesenian binaan PT Semen Gresik Pabrik Rembang, Singo Wahyu Wibowo (SWW) berhasil menunjukkan eksistensinya dengan tampil di berbagai wilayah, baik di area Rembang maupun ke luar daerah, dan bahkan sampai ke Jawa Timur.
Baca Juga: Siap-siap, Ada Tantangan Baru di Jogja Coffee Week #4
SWW termasuk dalam program Sahabat Seni Semen Gresik (SGSS) yang berasal dari desa Pasucen, Kecamatan Gunem, Rembang, Jawa Tengah.
Menurut Koordinator Kelompok Kesenian Singo Wahyu Wibowo, Leo Komando, menjelaskan bahwa berkat pendampingan dan bantuan dari PT Semen Gresik, SWW telah mampu berkembang dan tampil secara mandiri di berbagai kegiatan.
Baca Juga: Mulai 2 Agustus Pertamina Sesuaikan Harga BBM Non Subsidi, Pertamax Tetap
“Selain tampil di wilayah Rembang dan Blora, kami juga sampai ke luar daerah tepatnya di Kabupaten Tuban Jawa timur, ini sebuah capaian yang membanggakan,” katanya.
“Dalam pementasannya, SWW sering menampilkan kesenian Reog Ponorogo, Rampak Barongan, Tari Bujang Ganong, Tari Jhatilan, Tari Buto, Tari Orek – Orek, dan Tari Warok,” ungkapnya.
Sampai saat ini, menurut Leo, total anggota SWW berjumlah 40 orang yang berasal tidak hanya dari desa Pasucen saja, namun juga dari wilayah-wilayah di Kabupaten Rembang.
Baca Juga: Tradisi Pedang Pora Warnai Penyambutan Kapolda Jateng Brigjen Pol Ribut Hari Wibowo
Senior Manager of Communication & CSR PT Semen Gresik, Sulistyono, menuturkan bahwa kelompok kesenian Singo Wahyu Wibowo merupakan wujud tanggung jawab sosial perusahaan dalam melestarikan dan mengembangkan kesenian tradisional melalui pilar sosial.
“Program SGSS bertujuan untuk memberikan ruang dan dukungan bagi kelompok kesenian lokal agar bisa tumbuh dan berkembang. Hal ini tidak hanya berfokus pada pelestarian budaya, tetapi juga pada upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar perusahaan,” terangnya.
Baca Juga: Lepas 5.287 Wisudawan, Rektor Undip: Semoga Cepat Dapat Kerja dan Sukses dalam Karier!
Ia menjelaskan selain bidang seni budaya, Semen Gresik juga memiliki berbagai program kegiatan lain untuk pemberdayaan anak-anak muda desa sekitar perusahaan. Mulai dari program Edupark, pertanian perkebunan perikanan dan peternakan terpadu (P4T), Sahabat Ternak Semen Gresik dan lainnya.
“Kualitas sumber daya manusia (SDM) warga sekitar perusahaan akan terus kita tingkatkan lewat berbagai progam kegiatan pemberdayaan Semen Gresik,” tandasnya.
Artikel Terkait
Reog Ponorogo Masuk Nominasi Tunggal Warisan Budaya Tak Benda UNESCO
Perjuangkan Reog Ponorogo Diakui UNESCO sebagai Warisan Budaya Tak Benda
KSP Kawal Usulan Reog Ponorogo Sebagai Warisan Budaya Tak Benda UNESCO
TBRS Disiapkan Jadi Pusat Kesenian dan Kebudayaan Kota Semarang
Pentas Ketoprak di Dusun Mojo, Merawat Eksistensi Kesenian Rakyat Agar Tidak Tergilas Zaman