Dalam kesempatan yang sama, Rano Karno menyampaikan duka mendalam atas wafatnya Nurlaela dalam tragedi kereta di Bekasi Timur.
“Atas nama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kami menyampaikan duka cita mendalam atas berpulangnya Almarhumah Nurlaela,” kata Rano.
Ia juga mengapresiasi langkah cepat TASPEN dalam menyalurkan hak-hak korban kepada keluarga yang ditinggalkan.
Menurutnya, santunan tersebut memang tidak dapat menggantikan rasa kehilangan, namun diharapkan mampu membantu meringankan beban keluarga di tengah situasi sulit.
Selain itu, tragedi tersebut disebut menjadi pengingat penting mengenai keselamatan kerja dan perlunya peningkatan kewaspadaan dalam aktivitas sehari-hari.
Sebagai pengelola jaminan sosial ASN, TASPEN menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan layanan yang cepat, tepat, dan transparan bagi seluruh peserta.
Perusahaan pelat merah itu juga menyebut penyaluran santunan ini menjadi bagian dari upaya mendukung program kesejahteraan sosial dan perlindungan ekonomi nasional.
“Negara hadir melalui TASPEN untuk memastikan ASN dan keluarganya tidak merasa sendirian saat menghadapi risiko kerja. Kecepatan layanan adalah prioritas utama kami,” tutup Henra.*
Artikel Terkait
Tragedi KRL Bekasi: Evakuasi Tuntas, Fakta Gerbong Perempuan dan Dugaan Sinyal Error Terungkap
Misteri Korban Hilang Tragedi Bekasi: Tas Ditemukan, Penumpang KRL Belum Diketahui Nasibnya
Taksi Green SM Belum Dievakuasi, Dugaan Pemicu Tragedi KRL–Argo Bromo Makin Disorot
Usai Tragedi Bekasi, Menteri PPPA Usul Gerbong Perempuan KRL Dipindah ke Tengah
Prabowo Siapkan Rp4 Triliun Usai Tragedi KRL Bekasi, Flyover Bulak Kapal Dipercepat