“Bahkan, Jawa Tengah sendiri itu juga mengalami peningkatan kursi walaupun tidak signifikan,” ungkap politisi yang sukses memenangkan Pileg 2024 dan kembali ke Senayan dari Dapil Jateng 3 (Blora, Grobogan, Pati dan Rembang) ini.
Politisi asal Pati ini juga memuji perhitungan dan kalkulasi politik yang tepat yang diambil Airlangga Hartarto, dalam Pilpres lalu, dengan mencalonkan Gibran Rakabuming Raka sebagai calon wakil presiden mendampingi Prabowo Subianto, meskipun saat itu mayoritas pengurus daerah dan pengurus DPP menginginkan dirinya maju menjadi Capres atau cawares mendampingi Prabowo.
“Disitulah Airlangga Hartarto diuji dengan kecermatan politiknya dan jiwa besar serta terlihat kenegarawanannya, yang alhamdulilah telah menghasilkan kemenangan dan mengembalikan kejayaan Partai Golkar seperti di era sebelumnya.
Terkait banyaknya kader yang akan maju mencalonkan diri dalam Munas mendatang, Firman mempersilakan.
Namun, dia meminta kader partai agar memperhatikan AD/ART Partai Golkar.
“Silakan saja, itu hak mereka. Tapi kita harus melihat prestasi selama ini di Partai Golkar seperti apa? Ingat bahwa Partai Golkar selalu taat dan menjunjung tinggi AD/ART, selain itu ada parameter PDLT (prestasi, dedikasi, loyaliyas dan tidak tercela) disamping ukuran-ukuran keberhasilan dalam menjalankan tugas di kepartaian juga keberhasilan dalam pememerintahan. Saya kira keberhasilan Airlangga Hartarto sudah paripurna dan terukur. Mohon doa dan dukungannya semoga Munas Desember mendatang berjalan lancar dan menetapkan pak AH menjadi ketua umum periode 5 yang akan datang” pungkasnya.*