Pilwakot Semarang 2024: Koalisi Golkar-Gerindra-Demokrat vs PDIP, Mbak Ita vs Yoyok Sukawi

Photo Author
Administrator, Suara Pembaruan
- Jumat, 19 Januari 2024 | 10:00 WIB

Semarang, suarapembaruan.news – Pemilihan Wali Kota (Pilwakot) Semarang 2024 mendatang diprediksi bakal seru. Koalisi Indonesia Maju yang mengusung Prabowo-Gibran pada Pilpres 2024 ini telah menabalkan koalisi strategis hingga Pilkada serentak November 2024 mendatang.

‘’Dengan mengusung koalisi strategis itu, maka diprediksi koalisi Golkar-Gerindra-Demokrat akan terjadi pada Pilwalkot Semarang mendatang melawan PDIP yang diprediksi dapat mengusung calon sendirian,’’ ungkap Darmawan Iskandar, Humas Aksara Consulting, lembaga survei dari Jakarta, dalam forum group discussion (FGD) bertajuk "Membaca Peta Politik tahun 2024 Jelang Pilwakot Semarang", yang digelar Fomos (Forum Media Online Semarang) di Rumah Popo, Kota Lama Semarang, Jumat (19/1).

Darmawan Iskandar lebih lanjut menegaskan, jika peta politiknya demikian, maka diprediksi muncul nama Yoyok Sukawi akan head to head dengan petahana Mbak Ita (Hevearita Gunaryanti Rahayu).

‘’Dari 3 kali survei yang kami lakukan di Semarang, nama-nama yang muncul adalah Mbak Ita, Yoyok Sukawi, Ade Bakti (Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran), dan Iswar Aminuddin (Sekda Kota Semarang saat ini),’’ kata Darmawan.

Menurut Darmawan, meski berada di posisi teratas survei, namun Mbak Ita belum meraih dukungan diatas 40 persen, sehingga posisinya dinilai masih rawan.

‘’Saya juga belum seratus persen yakin Mbak Ita akan mendapat rekomendasi dari Bu Mega. Karena bisa saja Mbak Mega akan mengusung Hendi, yang dalam survei kami masih cukup tinggi elektabilitasnya. Pemilih pemula dari generasi milenial (Gen Z) sangat menyukai dan lebih kenal dengan figur Hendi, dibanding Mbak Ita,’’ imbuhnya.

Namun, mantan Ketua Bawaslu Jateng, M Fajar Saka, tak sependapat dengan prediksi Darmawan. Menurut Fajar, peta koalisi Pilpres kemungkinan besar akan berubah saat Pilkada serentak.

‘’Karena peta politik di aras nasional, kerap berbeda dengan di aras lokal. Partai yang berkoalisi di tingkat nasional, boleh jadi akan berbeda kepentingan koalisinya di tingkat lokal,’’ ujar Fajar, yang kini aktif sebagai advokat.

Dosen Ilmu Pemerintahan dari Fisip Undip Dzunuwanus Ghulam Manar, mengatakan, Pilwalkot Semarang mendatang masih akan didominasi oleh partai nasionalis, yakni PDIP, Demokrat dan Gerindra. Pada 2009 Demokrat memimpin dengan meraih kursi mayoritas di DPRD Kota Semarang. Pada 2014 dan 2019, giliran PDIP mendominasi, disusul Gerindra. (SPnews/Stefy Thenu)

 

Editor: Administrator

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Rekomendasi

Terkini

X