Pati, suarapembaruan.news - Petani, nelayan dan masyarakat pedesaan, sudah sangat identik dengan nama Firman Soebagyo. Keberpihakan yang besar pada masyarakat desa, tak terlepas dari kehidupannya yang berasal dari desa.
Firman Soebagyo lahir di Pati, pada tanggal 2 April 1953. Politisi senior Partai Golkar ini dibesarkan dalam lingkungan keluarga petani, di Desa Kedalon, Kecamatan Batang, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Selain petani, ayahnya saat itu juga menjadi kepala desa.
Nama Firman Soebagyo di jagat politik Tanah Air, bukan lagi sosok yang asing. Sosoknya dikenal sebagai politisi yang santun dan dekat di hati rakyat, dan selalu tampil dengan apa adanya seperti orang biasa, dengan kesederhanaannya tidak menunjukan seorang pejabat negara.
Selama puluhan tahun, dia banyak berkutat mengurusi masalah pertanian, perikanan, peternakan, kehutanan dan lingkungan hidup di Komisi IV DPR RI, selalu melihat dan tidak sungkan-sungkan terjun langsung, merasakan denyut nadi dan geliat para petani dan nelayan yang berjuang untuk bertahan hidup untuk mencukupi kebutuhannya sehari-hari.
Bagi Firman, partai politik merupakan alat/wahana perjuangan untuk memperjuangkan kepentingan rakyat untuk meningkatkan pembangunan dan kesejahteraan rakyat.
Sebagai anak seorang petani, cita-cita luhurnya adalah Indonesia yang merupakan negara agraris harus mampu mewujudkan seperti yang diamanatkan dalam Undang-undang Pangan, Indonesia harus swasembada pangan untuk menuju kedaulatan pangan nasional, pangan tersedia dari produk dalam negeri.
Hal itu selaras dengan slogannya "Membangun Indonesia dari Desa" yang bertujuan untuk memberdayakan masyarakat pedesaan yang pada umumnya petani, nelayan dan berorientasi pada UMKM. Perjuangannya memberdayakan para petani dan nelayan di daerah tak ayal membuatnya terus dipercaya menjadi wakil rakyat di Senayan.
Anak petani dari Desa Kedalon ini, mencatat sejarah dalam kehidupannya 25 tahun menjadi wakil rakyat di Senayan. Diusianya yang ke 70 tahun ini, telah mencapai puncak karier politiknya dan telah dipercaya oleh Ketua umum Partai Golkar Airlangga Hartarto sebagai Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar, Partai legendaris sejak Orde Baru sampai dengan sekarang sebagai partai pemenang pemilu nomor 2.
Firman tercatat menjadi anggota MPR RI periode 1997-2002, setelah itu menjabat anggota DPR RI Periode 2009–2014, 2014-2019, 2019-2024, dan kini dipastikan terpilih kembali masuk Senayan pada periode 2024-2029 mendatang, setelah meraih dukungan suara sangat signifikan di daerah pemilihan Jateng III (Kabupaten Grobogan, Pati, Rembang, dan Blora).
Sepak terjangnya di parlemen dan pemihakannya kepada rakyat melalui berbagai regulasi yang diperjuangkannya, membuat mantan Wakil Ketua Komisi IV DPR RI dan Sekjen Depinas SOKSI dan Wakil Ketua Badan Legislasi DPR ini mendapat apresiasi dari berbagai elemen di masyarakat dan tokoh-tokoh partai politik lainnya.
Prinsip yang dibangun pada dirinya dalam berpolitik adalah harus rasional dan lebih mengedepankan etika dan moral, bukan atas dasar “like and dislike”. Hal tersebut tercantum dalam buku yang ia tulis dengan judul “Menata Partai Politik dalam arus Demokratisasi Indonesia”.
Di kalangan pers, baik di pusat maupun daerah, Firman bukan sosok yang asing. Dia mudah akrab dan tak berjarak dengan insan pers yang ingin mewawancarainya.
Artikel Terkait
Nurdin Halid : Golkar Sulsel Harus Diselamatkan
Airlangga Hartarto Lantik Paulus Waterpauw Jadi Ketua Partai Golkar Papua Barat
Pilwakot Semarang 2024: Koalisi Golkar-Gerindra-Demokrat vs PDIP, Mbak Ita vs Yoyok Sukawi
Rekapitulasi Suara di Dapil Jateng 3 DPR Capai 64,80 Persen, Mantan Bupati Pati Haryanto Pimpin Perolehan Suara, Firman Soebagyo Ungguli Marwan Jafar
Saya Akan Bertemu Megawati Sebagai Jusuf Kalla, Tidak Ada Hubungan Dengan Golkar