Dua Kecamatan di Kendal Dilanda Banjir, Ratusan Warga Mengungsi

Photo Author
Stefy Thenu, Suara Pembaruan
- Rabu, 22 Januari 2025 | 09:52 WIB
Banjir di Kabupaten Kendal, membuat sejumlah warga terpaksa dievakuasi.
Banjir di Kabupaten Kendal, membuat sejumlah warga terpaksa dievakuasi.

 

Banjir ini terjadi pada Senin (20/1) malam akibat tanggul Sungai Bodri yang jebol di dua titik, ditambah dengan curah hujan yang sangat tinggi.

Salah satu lokasi yang terdampak parah adalah Desa Kebonharjo, di mana ketinggian air masih mencapai lutut orang dewasa.

Selain itu, Puskesmas Patebon, balai desa, hingga SMP 2 Patebon masih tergenang air dengan kedalaman yang cukup signifikan. Beberapa warga tampak bertahan di rumah mereka meskipun lingkungan sekitar masih terendam banjir. Tak sedikit pula yang memilih bertahan di lantai dua masjid setempat sebagai tempat pengungsian.Baca Juga: Sukseskan Program Ketahanan Pangan, Distan Bentang Imbau Petani Tidak Alihkan Sawah Jadi Kebun Sawit


Sekretaris BPBD Kendal, Ahmad Huda Kurniawansah mencatat ada 617 warga dari berbagai desa yang terdampak banjir, yakni memilih untuk mengungsi. Menurutnya, data pengungsi ini masih bersifat sementara dan belum dihitung secara rinci.

Ratusan warga yang terdampak banjir memilih mengungsi di lima lokasi berbeda, antara lain Masjid Bulugede, Masjid At Taqwa Kebonharjo, Masjid Donosari, aula kantor Dishub Kendal, SMA N 1 Pegandon, dan MI NU Lanji.


"Data sementara masih 617, semoga pengungsi tidak bertambah," kata Huda di pengungsian Dishub Kendal, Selasa (21/1).Baca Juga: IKA Unhas Tuan Rumah Sidang Umum Himpuni 2025 di Makassar

Dia menjelaskan bahwa dapur umum telah didirikan di beberapa lokasi, antara lain di PMI, LBPI, PCNU, kantor PKK, dan BAZNAS, untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan para pengungsi.


Sementara itu, Bupati Kendal, Dico M Ganinduto, menyatakan bahwa pemerintah daerah akan segera mengambil langkah untuk memperbaiki kedua tanggul yang jebol guna mengatasi dampak banjir secepat mungkin.Baca Juga: Jaga Adat dan Budaya, Pemkab Jembatani Pembentukan Majelis Adat Tinggi Kerajaan Gowa

"Kami akan segera berkoordinasi dengan pihak terkait termasuk PUPR untuk segera menangani tanggul yang jebol itu," paparnya.

Di sisi lain, Dico juga menyulap rumah dinasnya untuk dijadikan sebagai tempat pengungsian bagi warga.

"Silakan bisa menempati rumah dinas untuk tempat pengungsian, kami sudah mendata warga yang mengungsi. Monggo sudah kami sediakan," tandasnya.*

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Kajati Resmikan Kantor Kajari Bengkulu Tengah

Kamis, 23 Januari 2025 | 17:20 WIB
X