Desa Langganan Banjir di Brebes, Pemprov Jateng Solusikan Parapet dan Penanaman Pohon di Hulu

Photo Author
Stefy Thenu, Suara Pembaruan
- Rabu, 22 Januari 2025 | 09:44 WIB
Banjir di Kabupaten Kendal, membuat sejumlah warga terpaksa dievakuasi.
Banjir di Kabupaten Kendal, membuat sejumlah warga terpaksa dievakuasi.

Brebes, SUARA PEMBARUAN – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bakal berkoordinasi dengan pemerintah Kabupaten Brebes dan pemerintah pusat untuk memberikan solusi mengatasi wilayah langganan banjir di Kelurahan Limbangan Kulon, Kecamatan Brebes, Kabupaten Brebes.

Hal tersebut disampaikan Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Tengah, Nana Sudjana saat mengunjungi masyarakat di lokasi yang masih banjir di Kelurahan Limbangan Kulon, Kecamatan Brebes, Kabupaten Brebes pada Selasa, 21 Januari 2024.Baca Juga: Bupati Gowa Pastikan Pelaksanaan Makanan Bergizi Gratis Berjalan Lancar

“Saya lihat Kelurahan Limbangan Kulon ini dilewati Sungai Sigeleng. Kondisi sungai ini lebih tinggi daripada perkampungan. Setiap tahun banjir, solusinya (jangka pendek) tadi peninggian parapet atau tanggul,” kata Nana Sudjana.

Saat mengecek lokasi, Nana mengatakan, memang sudah ada parepet di Sungai Sigeleng. Tetapi, debit airnya ternyata lebih tinggi karena menampung banyak kiriman air dari wilayah hulu.

Melihat kondisi tersebut, maka peninggian parepet dinilai perlu dilakukan. Rencana ini disampaikan ke Pemkab Brebes dan pemerintah pusat.Baca Juga: Jaga Adat dan Budaya, Pemkab Jembatani Pembentukan Majelis Adat Tinggi Kerajaan Gowa

Selain dilakukan upaya peninggian parepet, Nana mengingatkan agar wilayah hulu juga perlu banyak dilakukan penanaman pohon. Masyarakat juga diminta tidak sembarangan untuk membuka lahan pertanian, karena akan menghilangkan tanaman keras yang berfungsi untuk menyerap air.

Pemprov Jateng bersama Pemkab setempat bakal melakukan upaya dengan menanam pohon di daerah hulu sebagai salah satu solusi mengatasi banjir.Baca Juga: Bima Arya Sangat Terkesan dengan Gowa

Mengantisipasi cuaca ekstrem yang terjadi saat ini, lanjut dia, Pemprov Jateng sudah melakukan rakor Siaga Darurat Bencana sejak sebulan lalu, bersama stakeholder terkait.

Nana membeberkan, untuk mengurangi curah hujan di daratan, Pemprov Jateng berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk melakukan teknologi modifikasi cuaca (TMC).Baca Juga: Menkebud RI Dukung Rencana Pembangunan Replika Balla Lompoa di Cape Town Afrika Selatan

“TMC sudah dilaksanakan 10 kali di Jawa Tengah. Ini untuk memecah gumpalan awan pembawa bibit hujan tersebut,” tuturnya.

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Kajati Resmikan Kantor Kajari Bengkulu Tengah

Kamis, 23 Januari 2025 | 17:20 WIB
X