Menkebud RI Dukung Rencana Pembangunan Replika Balla Lompoa di Cape Town Afrika Selatan

Photo Author
M Kiblat Said, Suara Pembaruan
- Selasa, 21 Januari 2025 | 20:09 WIB
Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon memperhatikan mahkota Kerajaan Gowa (Salokoa) terbuat dari emas murni saat berada di Museum Balla Lompa. (Ist)
Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon memperhatikan mahkota Kerajaan Gowa (Salokoa) terbuat dari emas murni saat berada di Museum Balla Lompa. (Ist)

Gowa – SUARA PEMBARUAN – Menteri Kebudayaan (Menkebud) Republik Indonesia, Fadli Zon mendukung rencana Pemerintah Kabupaten Gowa untuk membangun Replika Balla Lompoa di Cape Town, Afrika Selatan.

Balla Lompoa atau rumah besar di Jl. K. H. Wahid Hasyim No.39, Sungguminasa, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel), itu dibangun pada tahun 1935-1936 di masa pemerintahan Raja Gowa ke-35 yang bernama I Mangngi-mangngi Daeng Mattutu Karaeng Bontonompo Sultan Muhammad Tahir.

Bangunan rumah panggung yang terbuat dari kayu ulin ini awalnya merupakan istana kediaman Raja Gowa. Muhibuddin. Balla Lompoa digunakan oleh Raja Gowa ke-35 sebagai tempat tinggal bersama keluarganya.

Setelah tak ditinggali lagi oleh keluarga Kerajaan, rumah raja itu difungsikan menjadi Museum Balla Lompoa, menyimpan sejumlah koleksi sejarah.

Menteri Kebudayaan (Menkebud) Republik Indonesia, Fadli Zon berkunjung ke Museum Istana Balla Lompoa, Rabu (15/1). Dalam kunjungan tersebut Adnan menyampaikan rencana Pemerintah Kabupaten Gowa untuk membangun Replika Museum Balla Lompoa, di Cape Town Afrika Selatan.

Cape Town merupakan salah satu negeri basis perjuangan Tuanta Salamaka Syekh Yusuf saat ulama dan pejuang asal Gowa itu diasingkan Belanda, kemudian berkat perjuangannya melawan colonial, ia dikukuhkan sebagai pahlawan di dua negara yakni Indonesia dan Afrika Selatan.

“Pada pemerintahan sebelumnya kami menggagas untuk membangun Replika  Balla Lompoa di Cape Town Afrika Selatan atau tepatnya di pekarangan Makam Syekh Yusuf. Bahkan di 2016 kami berkunjung dan melakukan diskusi dengan kedutaan maupun pemerintahan yang ada disana supaya bisa sebagai tanda persaudaraan antara Indonesia khususnya Kabupaten Gowa dengan Afrika Selatan,” ujar Adnan.

Rencana ini pun tentunya dapat terwujud jika didukung oleh pemerintah pusat, khususnya Kementerian Kebudayaan RI, sehingga nantinya akan semakin memperkuat hubungan silaturahmi antara Indonesia dan Afrika Selatan.

“Mudah-mudahan dengan bantuan Pak Menteri kita bisa membangun Replika Balla Lompoa ini, karena nantinya akan menjadi Perpustakaan Syekh Yusuf yang ada disana sekaligus bisa menjadi basecamp buat seluruh diaspora yang ada di Cape Town Afrika Selatan. Sehingga bisa terus menjaga nama baik Tuanta Salamaka Syekh Yusuf di negara tersebut,” harap orang nomor satu di Gowa itu.

Diplomasi Kebudayaan

Menanggapi hal itu, Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon mengaku sangat mendukung rencana tersebut. Menurutnya, hal ini bagian dari diplomasi kebudayaan sehingga pihaknya akan terus mengomunikasikan dengan pemerintah Afrika Selatan.

“Tentu kami sangat mendukung rencana ini. Jadi kita akan membantu melakukan komunikasi dengan Kementrian Luar Negeri dan KBRI kita yang ada di Afsel serta dengan konsulat jendral kita di Cape Town, karena memang Syekh Yusuf ini adalah sosok yang sangat penting bagi Indonesia dan Afsel karena satu-satunya pahlawan nasional dua negara yaitu Indonesia dan juga pahlawan di Afrika Selatan,” jelasnya.

Sebagai bentuk komitmennya, Kementerian Kebudayaan RI telah meminta adanya peringatan kelahiran Syekh Yusuf Ke-400 tahun pada 2026 mendatang di Afrika Selatan, sehingga bisa dilakukan bertepatan dengan waktu tersebut.

“Tahun 2026 kita akan memperingati 400 tahun Syekh Yusuf jadi sangat bertepatan rencana kita untuk merealisasikan pembangunan Replika Balla Lompoa di Cape Town. Soal anggarannya, Pemda sudah menyiapkan, jadi kami sangat mendukung dan ini bisa jadi soft power kita disana dan juga satu etalase budaya kita, terlebih beliau sangat dicintai masyarakat di Cape Town dan juga menjadi inspirasi bagi perjuangan Nelson Mandela selama ini,” tambah Fadli Zon.

Halaman:

Editor: M Kiblat Said

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Rekomendasi

Terkini

X