Firman Soebagyo, Anak Petani dari Desa Kedalon, 25 Tahun di Panggung Politik Indonesia

Photo Author
Stefy Thenu, Suara Pembaruan
- Selasa, 5 Maret 2024 | 12:12 WIB
Politisi senior Partai Golkar asal Pati, Jateng, Firman Soebagyo, saat menyapa pedagang di pasar tradisional.
Politisi senior Partai Golkar asal Pati, Jateng, Firman Soebagyo, saat menyapa pedagang di pasar tradisional.


Program penghijauan tidak lepas dari perhatiannya untuk memberikan tanaman produktif melalui program Kebun Bibit Rakyat (KBR) dan kehutanan sosial yang menjadi salah satu kebanggaan Masyarakat diwilayah sekitar hutan baik di Pati, Blora, Rembang dan Grobogan yang juga merupakan wilayah hutan.


Tidak luput dari perhatian, Firman juga membidik dan mendidik anak-anak muda melalui bimbingan tehnis dengan membantu alat-alat mesin pertanian modern seperti tractor, eksavator, combine harvester, mobil roda empat dan motor roda tiga untuk pertanian dan pengangkutan sampah.


Tidak heran kalau dalam pertarungan setiap pemilu, Firman selalu berada dihati rakyat walaupun selalu berhadapan dengan pesaing-pesaing yang berat, karena dengan aspirasi yang diberikan dengan “tanpa pungutan” yang menjadi salah satu slogan dalam kampanye Pemilu 2024 yang lalu.


Yang tidak pernah bisa dilupakan adalah setiap memberikan pengarahan dan sambutan kegiatan apapun, Firman Soebagyo selalu memotivasi masyarakat dengan kata-kata “saya bangga menjadi anak petani”. Ini salah satu motto yang selalu dihati rakyat di dapilnya.


Kisah nyata perjalanan politik anak seorang petani ini, diharapkan menjadi motivasi kepada anak muda dan generasi muda Indonesia, khususnya di dapil III Jawa Tengah meliputi kabupaten Pati, Rembang, Blora dan Grobogan.*

 

Halaman:

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Kajati Resmikan Kantor Kajari Bengkulu Tengah

Kamis, 23 Januari 2025 | 17:20 WIB
X