politik

Ganjar-Mahfud Menang di Eropa, PDIP Jerman Serukan Kawal Sampai Akhir

Kamis, 22 Februari 2024 | 16:22 WIB
Perhitungan Suara di Eropa. Foto Istimews

BERLIN, SuaraPembaruan.News - Pasangan nomor urut 03 Pilpres 2024, Ganjar Pranowo dan Mahfud MD berhasil menang di banyak negara di Eropa. Misalnya di Jerman, Ganjar-Mahfud memperoleh 4.128 suara atau sebesar 44%, jauh melampaui pasangan Prabowo-Gibran di posisi kedua dan Anies-Muhaimin yang menempati posisi ketiga. Kemenangan Ganjar-Mahfud juga sangat signifikan untuk negara lainnya seperti di Swiss, yang memperoleh 48.06% suara, sedangkan paslon Prabowo-Gibran hanya mendapatkan 33,17% dan Anies-Muhaimin sebesar 18,78%.

Kemenangan telak Ganjar-Mahfud di Eropa tampak dari hasil perhitungan suara yang telah dilakukan oleh PPLN (Panitia PemilihanLuar Negeri), seperti di Austria (45,52%), Belanda (47,02%), Belgia (44,79%), Norwegia (41,97%), Perancis (45,23%), Spanyol (44,50%), dan Swedia (45,17%). Berbeda halnya dengan di dalam negeri yang penghitungan suaranya masih berjalan, jumlah perolehan suara tersebut sudah merupakan hasil penghitungan suara oleh PPLN, baik untuk surat suara di TPS maupun surat suara melalui pos di masing-masing negara Eropa tersebut.

Baca Juga: Ini Eflita Yohana, Dosen Undip yang Ciptakan Pengering Nano Semprot untuk Theaflavin Obat Covid-19

"Di Jerman dan berbagai negara Eropa, kita lihat bahwa pasangan Ganjar-Mahfud berhasil unggul telak. Perolehan suaranya jauh melampaui pasangan Prabowo-Gibran dan Anies-Muhaimin." ujar Arief Imanuwarta, Ketua DPLN PDI-Perjuangan Jerman.

"Hasil perolehan suara Ganjar-Mahfud yang menang di Eropa sudah sesuai dengan prediksi diaspora di Eropa. Yang mengagetkan adalah hasil perhitungan 'Quick Count' di dalam negeri yang menempatkan Ganjar-Mahfud sebagai paslon dengan perolehan suara terkecil. Bagi diaspora di Eropa, hasil 'Quick Count' di dalam negeri ini merupakan anomali yang sulit dicerna akal sehat", tambah Arief. Sebagaimana diketahui, sebelum pelaksanaan pencoblosan di Eropa, diaspora Indonesia sudah banyak yang menyuarakan keyakinannya atas kemenangan paslon Ganjar-Mahfud.

Selanjutnya Arief menyerukan agar semua pihak, baik yang di dalam negeri maupun di luar negeri, untuk tetap mengawasi penghitungan suara dan tetap memantau hasil rekapitulasi suara sampai selesai, serta segera melaporkan jika menemukan dugaan kecurangan. Arief juga menghimbau agar KPU dan Bawaslu bertindak profesional dalam menyelenggarakan dan mengawasi pelaksanaan Pemilu 2024. "Saya harap KPU dan Bawaslu dapat lebih profesional mengawal suara rakyat. Rakyat tidak bodoh, jangan bikin rakyat resah dengan munculnya dugaan kecurangan-kecurangan dalam pelaksanaan pesta demokrasi rakyat ini. Oleh karena itu PDI Perjuangan juga menolak penggunaan aplikasi "SIREKAP" oleh KPU sebagai 'alat bantu' dalam proses rekapitulasi penghitungan perolehan suara", tambahnya.

Baca Juga: Izin Usaha Perumda BPR Purworejo Dicabut, OJK Minta Masyarakat Tetap Tenang, Dana Nasabah Dijamin LPS

Ditemui di tempat terpisah, Sakaria Wielgosz, Ketua 'Europe for Ganjar-Mahfud', yang merupakan bagian dari 'World for Ganjar-Mahfud' mengatakan bahwa diaspora Indonesia di Eropa menyambut gembira dan merayakan kemenangan Ganjar-Mahfud di Eropa. “Kemenangan Ganjar-Mahfud di Eropa merupakan bukti bahwa nilai-nilai konstitusi, semangat reformasi dan demokrasi tetap berdiri tegak dan merupakan prioritas bagi pemilih diaspora Indonesia di Eropa. Kami berharap nilai-nilai tersebut yang juga dianut oleh pemilih di dalam negeri, jangan sampai terganggu oleh upaya-upaya pihak tertentu yang semata-mata hanya bertujuan untuk memenangkan paslon tertentu”, ujarnya.

Menurut Sakaria, masyarakat Indonesia yang menetap di Eropa pada umumnya tidak dapat ditekan dan diarahkan untuk memilih paslon tertentu, termasuk juga tidak gampang terpengaruh oleh gimik politik dan janji politik yang tidak rasional. Kondisi yang demikian tentunya dapat meminimalisasi peluang terjadinya kecurangan dan 'penggiringan suara' pemilih di Eropa.

Baca Juga: Kemenag Matangkan Program Ramah Lansia dan Mitigasi Risiko Haji 2024

Menanggapi isu yang beredar terkait dugaan kecurangan yang terjadi dalam pemilu di dalam negeri, Sakaria mengatakan bahwa merupakan tanggung jawab bagi setiap individu untuk melaporkan jika mengetahui adanya kecurangan. “Pemilu seharusnya menjadi ajang dimana rakyat Indonesia dapat menggunakan hak suaranya dalam tatanan demokrasi. Pemilu bukan sekedar tentang siapa yang menang dan kalah, tetapi prosesnya harus jujur adil, bebas dari tekanan dan intervensi. Jangan sampai terjadi rekayasa, pengkondisian dan pemanfaatan alat kekuasaan yang bertujuan untuk memenangkan paslon tertentu, karena kedaulatan yang sesungguhnya ada di tangan rakyat. Jangan lupa, 'Satyam Eva Jayate', kebenaran pasti menang", tutupnya.

Tags

Terkini