Ahmad Luthfi: Kebudayaan Kunci Harmoni dan Kemajuan Jawa Tengah

Photo Author
Stefy Thenu, Suara Pembaruan
- Kamis, 21 November 2024 | 09:59 WIB

Semarang, SUARA PEMBARUAN – Pada segmen ketiga debat pamungkas Pilkada Jateng 2024 yang digelar pada Rabu, 20 November 2024, Ahmad Luthfi mengungkapkan gagasan kebudayaan berbasis filosofi Jawa yang dikenal dengan istilah Jowone Jowo.

Acara tersebut berlangsung di Muladi Dome, Universitas Diponegoro, Semarang. Luthfi menegaskan bahwa budaya Jawa bukan hanya sekadar identitas, melainkan juga merupakan fondasi yang kuat untuk membangun masyarakat yang harmonis dan berdaya saing.Baca Juga: Dikenalkan Ahmad Luthfi saat Debat, Jateng Ngopeni Aplikasi Solusi Kesehatan Warga Jateng 24 Jam Nonstop

Dengan gagasan ini, Luthfi berupaya memperkenalkan konsep kebudayaan yang relevan dengan perkembangan zaman, tetapi tetap menghargai nilai-nilai tradisional yang terkandung dalam filosofi Jawa.

“Budaya Jawa adalah jalan hidup yang menjaga harmoni, memperkuat toleransi, dan menjadi daya tarik investasi,” ujar Ahmad Luthfi.

Ia menyebut nilai gotong royong dan toleransi sebagai inti dari kebudayaan yang tidak hanya memperkuat kerukunan tetapi juga mendukung pertumbuhan ekonomi.Baca Juga: Irwan Hidayat: Perguruan Tinggi Harus Terus Berinovasi, Buat Mahasiswa ‘Happy’

Menurutnya, kebudayaan yang damai dan guyub akan menciptakan iklim kondusif bagi investasi, yang pada akhirnya membuka peluang kerja di Jawa Tengah.

Ahmad Luthfi juga menyoroti pentingnya pemerataan pembangunan dengan menghapus dikotomi wilayah utara dan selatan Jawa Tengah.

“Kesemakmuran bersama adalah esensi Jawa Tengah, tanpa ada wilayah yang tertinggal,” tegasnya.Baca Juga: PD Bengkulu Mandiri Luncurkan Program Investasi Industri Ramah Lingkungan

Mengacu pada filosofi ngluruk tanpo bolo, menang tanpo ngasorake, ia menjelaskan bahwa semangat ini mencerminkan perjuangan yang bijaksana tanpa merugikan pihak lain.

“Filosofi ini mengajarkan kita untuk tegas dalam mengambil keputusan, namun tetap menjaga harmoni demi kebaikan bersama,” tambahnya.

Ahmad Luthfi menekankan bahwa kebudayaan adalah elemen inti dalam strategi pembangunan yang berorientasi pada harmoni dan keadilan.Baca Juga: Sukses Pembangunan di Desa, Kades di Bengkulu Ikuti Pelatihan Peningkatan Kapasitas Aparatur Pemerinth

Ia menjelaskan bahwa budaya Jawa harus relevan dengan tantangan modern, termasuk pemerataan ekonomi, investasi, dan keberagaman masyarakat.

Pemaparan konsep Jowone Jowo yang kuat dan aplikatif menggambarkan visinya untuk menjadikan Jawa Tengah sebagai teladan dalam menjaga toleransi dan keberagaman.

Debat pamungkas ini memperlihatkan komitmen Ahmad Luthfi dalam menjadikan kebudayaan sebagai landasan pembangunan berkelanjutan di Jawa Tengah. (*)

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X