Semarang, SUARA PEMBARUAN - Hasil survei yang dirilis oleh AKSARA Research and Consulting pasca debat perdana Pilwakot Semarang menunjukkan sejumlah dinamika menarik dalam peta kompetisi Pilwalkot Semarang 2024, baik terkait dengan elektabilitas calon, tingkat kesadaran warga, maupun alasan di balik preferensi pemilih.
1. Dinamika Elektabilitas Pasca Debat Perdana
Berdasarkan survei yang dilakukan pada 3-9 November 2024, Agustina Wilujeng-Iswar Aminuddin mengalami kenaikan signifikan, sementara Yoyok Sukawi-Joko Santoso menunjukkan penurunan elektabilitas.
Dalam simulasi surat suara, pasangan Agustina-Iswar memperoleh dukungan sebesar 45,2%, sementara Yoyok-Joko mendapat dukungan 39,5%, dengan 15,3% pemilih masih mengambang.Baca Juga: Tanggal di Kalender Belum Habis, Tapi Gajian Sudah Ludes? Yuk Intip Cara Mengatur Keuangan
Tren elektabilitas menunjukkan penurunan yang cukup signifikan pada pasangan Yoyok-Joko, yang turun 8,6% dibandingkan bulan Oktober. Sebaliknya, Agustina-Iswar mengalami kenaikan elektabilitas sebesar 10,2% dalam periode yang sama.
Kenaikan ini bisa jadi terkait dengan citra positif Agustina yang lebih disukai oleh pemilih, dengan 97,3% tingkat kesukaan terhadap dirinya, sementara Yoyok hanya memperoleh 61,6%.
2. Faktor Penyebab Kenaikan dan Penurunan Elektabilitas
Penurunan elektabilitas Yoyok - Joko Santoso dipengaruhi oleh beberapa faktor. Salah satunya adalah ketidakselarasan dukungan dari partai koalisi mereka, serta masalah yang melibatkan suporter PSIS yang sebelumnya mendukung Yoyok namun kini cenderung berpaling ke Agustina-Iswar.
Selain itu, ada faktor citra pribadi dan pengalaman yang lebih disukai oleh sebagian pemilih, yang mungkin beralih mendukung Agustina setelah debat.Baca Juga: Panggung Festival Bijak Pilkada Papua Dihadiri Ratusan Anak Muda Jadi Milik BMD
Sementara itu, pasangan Agustina-Iswar berhasil memperoleh simpati dari banyak pemilih berkat kesan positif yang ditampilkan Agustina, serta pengalaman Iswar Aminuddin yang dikenal dalam bidang infrastruktur dan pembangunan.
3. Simulasi "Top of Mind" dan Alasan Pemilih
Berdasarkan simulasi "Top of Mind", Yoyok Sukawi menjadi calon yang paling banyak disebut (38,9%), diikuti oleh Agustina Wilujeng (24,3%).
Meskipun Yoyok memiliki popularitas yang tinggi, perbedaan dalam tingkat kesukaan dan persepsi terhadap kualitas calon sangat mempengaruhi hasil survei.
Agustina mendapat keunggulan dalam beberapa faktor alasan memilih, di antaranya adalah perhatian pada rakyat (Agustina 18,4%, Yoyok 10,1%) dan pengalaman memimpin (Yoyok 22,6% vs Agustina 14,2%).
Faktor keyakinan pada calon menunjukkan bahwa meskipun Yoyok lebih dikenal, Agustina cenderung lebih dipercaya oleh pemilih terkait dengan perhatian kepada rakyat dan kerja nyata.Baca Juga: Dulu Apartemen Mewah dan Ramai di Zamannya, Kini Terbengkalai dan Jadi Gedung Hantu
4. Tingkat Kesadaran dan Daya Tarik Debat
Survei ini juga menunjukkan bahwa kesadaran warga Semarang akan Pilwakot cukup tinggi, yaitu mencapai 87,4%.
Artikel Terkait
Deklarasi Dukungan 115 Kelompok Relawan Cetak Rekor Leprid, Agustin -Iswar Optimistis Menang Pilwakot Semarang 2024
Curhat Ratusan Suporter, Minta Jaguar Dukung PSIS, Agustin: Manajemen Harus Baik, PSIS Harus Menang, Jangan Kalah Terus
Dukungan Terus Mengalir, Keluarga Besar Pemuda Pancasila Semarang Deklarasi Dukung Agustin-Iswar
Silaturahmi ke Ponpes Al-Itqon, Ini Pesan Kiai Ubaid untuk Mbak Agustin
Ini Komitmen Agustin-Iswar: APBD Kota Semarang untuk Sebesar-besarnya Kesejahteraan Rakyat