Retribusi Naik 300 Persen, Pedagang Pasar Wage Purwokerto Ngadu ke Ahmad Luthfi

Photo Author
- Rabu, 9 Oktober 2024 | 13:08 WIB
Pedagang pasar wage Purwokerto mengadukan kenaikan retribusi yang mencapai 300 persen.
Pedagang pasar wage Purwokerto mengadukan kenaikan retribusi yang mencapai 300 persen.

Purwokerto, SUARA PEMBARUAN - Ratusan pedagang Pasar Wage Purwokerto mengadu dan curhat ke Calon Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, terkait retribusi los dan kios yang mengalami kenaikan hingga 300 persen.

Sesuai Perda No 1 Tahun 2024 yang mengatur tentang retribusi pasar menyebutkan nominal per meter persegi sebesar Rp 34 ribu. Angka itu dinilai pedagang tidak masuk akal karena jumlah pembeli yang datang semakin menurun. Retribusi tetap ditarik meski kios libur.

Baca Juga: Plt Gubernur Rosjonsyah dan Pengurus PERSI Bahas Pelayanan Rumah Sakit di Bengkulu

Pedagang baju bernama Rosiati (70) mengatakan, setiap hari ia harus mengeluarkan uang retribusi Rp 30 ribu atau Rp 900 ribu dalam sebulan. Beda lagi dengan Kambang (62) yang harus membayar Rp 450 ribu sebulan. Padahal ukuran kios mereka juga tidak terlampau besar. Ada juga yang semula Rp 7 ribu per hari menjadi Rp 40 ribu per hari.

"Kami keberatan dengan Perda itu. Retribusi naik 300 persen. Tidak masuk akal," kata Kambang pada Ahmad Luthfi saat blusukan di Pasar Wage, Rabu 9 Oktober 2024.

Rosiati mengaku sangat keberatan karena saat libur pun tetap ditarik retribusi. Aturan itu berlaku sejak Januari 2024 dan disebut tak ada sosialisasi ke para pedagang.

Baca Juga: Pemda Bengkulu Utara Harus Kometmen Tingkatkan Sektor Ekonomi

"Libur jualan tetap ditarik duit. Terus mau bayar pakai apa?" ujar Rosiati.

Ahmad Luthfi yang sejak awal mendengarkan keluhan dengan serius merasakan jika pedagang benar-benar merasa keberatan. Sepinya pembeli yang datang di pasar ditambah dengan peningkatan retribusi.

"Harus ada koordinasi teknis terkait Perda yang naik 300%. Ini adalah tugas kita untuk melakukan kordinasi dengan kabupaten dan kota," katanya.

Kondisi itu sekaligus jadi masukan baginya bahwa sejumlah pasar butuh dukungan dari pemerintah daerah. Jika mendapatkan amanah memimpin Jateng maka sejumlah kebijakan akan segera dieksekusi untuk menyejahterakan masyarakat. Termasuk menarik pembeli ke pasar tradisional.

Baca Juga: Raih Penghargaan Keselamatan Migas, Sunardi: Pencapaian Yang Membanggakan

Di sisi lain ia juga mengecek stok bahan pangan di pasar. "Bahan pokok saya cek cukup, stok cukup, bahan pokok penting tercukupi tapi satu yang dikeluhkan masyarakat kita daya beli turun pasar jadi agak sepi," katanya.

Pada kesempatan itu Ahmad Luthfi juga berdialog dengan para penarik becak sambil ngopi dan makan pisang.

Halaman:

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X