Semarang,suarapembaruan.news - Pelaku UMKM di Kota Semarang merasakan banyak program selama masa kepemimpinan Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu atau Mbak Ita.
Ketua UMKM Kota Semarang, Aik Solikhati memaparkan, para pelaku UMKM menerima banyak fasilitas dari Mbak Ita. Ada beragam program mulai dari pelatihan packaging, pengurusan perizinan yang mudah, dan sebagainya. Menurutnya, UMKM kini sudah bisa tertata.
Baca Juga: Pupolasi Harimau Sumatera Diperkirakan Tersisa 1.300 Ekor
"Sejak Bu Ita menjabat, banyak pelatihan kami terima, baik pembukuan, pelatihan, praktik, bantuan packaging, perizinan dan lain-lain. Itu supportnya luar biasa," ungkap Aik, Minggu (28/7).
Di tengah isu yang menerpa Mbak Ita yang sempat diperiksa KPK atas kasus dugaan korupsi, Aik berharap, Mbak Ita tidak patah semangat untuk tetap mengabdi kepada rakyat. Dia berharap, Mbak Ita bisa meneruskan program baik yang diberikan kepada pelaku UMKM Kota Semarang.
Pihaknya tidak melihat isu yang saat ini tengah menerpa Mbak Ita, sebagai sesuatu hal yang dapat mendegradasi kekagumannya pada wali kota perempuan pertama di Kota Semarang tersebut. Baginya, hal terpenting yaitu bagaimana UMKM bisa tetap bertahan dan berkarya.
Baca Juga: Pertama di Indonesia, Pemkot Semarang Susun Perwal Penyelenggaraan Pariwisata Berkualitas
"Kami tetap menginginkan Ibu Ita terus melanjutkan program yang positif bagi UMKM dan masyarakat. Kami UMKM tidak melihat ke situ (Mbak Ita diperiksa KPK-red). Bagaimana UMKM bisa survive, berkarya. Masalah itu bukan ranah kita. Itu saja," ujarnya.
Hingga saat ini, Aik menyebut, pendataan UMKM di Kota Semarang masih berjalan. Pada 2019 lalu, ada 39 ribu pelaku UMKM di ibu kota Jateng. Saat ini, pihaknya mulai membentuk gardu misi di 16 kecamatan dan 177 kelurahan. Pihaknya tengah melakukan pendataan di tingkar RT RW.
Baca Juga: Nahdlatul Ulama: Waterpauw Wanggai Pasangan Terbaik Memimpin Papua
"Jadi, kita tahu UMKM di Semarang ada berapa. Kita pendataannya per wilayah. Jadi satu alamat, satu produk, satu NIB," sebutnya.
Senada, pelaku UMKM Kuliner, Weni Restu mengaku merasakan program selama masa kepemimpinan Mbak Ita. Satu di antaranya, terkait pengurusan perizinan halal. Selama kepemimpinan Mbak Ita, perizinan halal gratis dan mudah.
Baca Juga: Paulus Waterpauw Salurkan Santunan kepada Anak Yatim di Masjid Al Ashri Jayapura
"Kalau ngurus sendiri mahal sampai Rp 4,5 juta. Itu pun jadinya lama, bisa setahun. Kami berat sebagai UMKM. Sekarang itu mudah, gratis, cepat diterima, tidak ribet. Maksimal enam bulan diterima," urainya.
Artikel Terkait
Milenial, Petani Durian, Hingga Pelaku UMKM Ikut Dorong Mbak Ita Maju Lagi di Pilwakot Semarang
Kolaborasi BAZNAS Jateng, Mbak Ita Bantu Bahan Baku dan Pemasaran Usaha Boga UMKM
Rumah BUMN Semen Gresik Ajak 20 UMKM KOKOH Benchmarking ke RB Bandung
Pertamina Libatkan UMKM Binaan pada Refreshment Program Pertamina Way dan Tenants Day 2024
Pemprov Jateng Pasarkan Produk 20 UMKM ke Pasar Internasional