Capaian investasi terbesar berikutnya datang dari kerja sama dengan Arab Saudi. Dalam kunjungan ke Jeddah pada Juli 2025, Presiden Prabowo dan Putra Mahkota Mohammed bin Salman menyaksikan penandatanganan berbagai nota kesepahaman sektor swasta senilai sekitar 27 miliar dolar AS atau Rp482,1 triliun.
Kerja sama tersebut meliputi pengembangan energi bersih, industri petrokimia, dan layanan bahan bakar penerbangan.
AS dan Indonesia Sepakati MoU Rp685,6 Triliun
Pada Februari 2026, lawatan Presiden Prabowo ke Washington, D.C. menghasilkan penandatanganan 11 nota kesepahaman dengan total nilai 38,4 miliar dolar AS atau sekitar Rp685,6 triliun.
Kesepakatan tersebut mencakup berbagai sektor, mulai dari pertambangan, hilirisasi industri, energi, agribisnis, tekstil dan garmen, hingga pengembangan teknologi dan manufaktur furnitur.
Jepang dan Korea Selatan Tambah Rp583,7 Triliun
Kunjungan ke Tokyo pada Maret 2026 menghasilkan kesepakatan bisnis senilai 23,63 miliar dolar AS atau sekitar Rp401,71 triliun.
Tak lama berselang, lawatan ke Korea Selatan pada April 2026 juga membuahkan sejumlah nota kesepahaman antara pelaku usaha kedua negara senilai 10,2 miliar dolar AS atau sekitar Rp182 triliun.
Prancis Tambah Investasi Rp61,25 Triliun
Terbaru, kunjungan Presiden Prabowo ke Prancis pada Mei 2026 menghasilkan empat kesepakatan komersial baru senilai 3,5 miliar dolar AS atau sekitar Rp61,25 triliun.
Kesepakatan yang lahir dalam forum France-Indonesia High Level Business Council itu difokuskan pada sektor ketahanan energi, perdagangan, dan kerja sama pertahanan.
Dengan sederet capaian tersebut, Istana menegaskan bahwa diplomasi luar negeri Presiden Prabowo tidak sekadar agenda kunjungan kenegaraan, melainkan bagian dari strategi memperkuat posisi Indonesia di panggung global sekaligus menarik investasi untuk mendukung pembangunan nasional.