Qodari Sentil Amien Rais soal Tudingan ke Teddy: “Ini Alarm Bahaya Hoaks Era AI”

Photo Author
Rully Satriadi, Suara Pembaruan
- Sabtu, 2 Mei 2026 | 22:24 WIB
Kepala Badan Komunikasi Pemerintahan (Bakom) RI, Muhammad Qodari merespons tegas terkait tudingan miring Amien Rais terhadap Seskab Teddy. (Instagram.com / @bakomri - @feedgramindo)
Kepala Badan Komunikasi Pemerintahan (Bakom) RI, Muhammad Qodari merespons tegas terkait tudingan miring Amien Rais terhadap Seskab Teddy. (Instagram.com / @bakomri - @feedgramindo)

 

Jakarta, SUARA PEMBARUAN - Kepala Badan Komunikasi Pemerintahan (Bakom) RI, Muhammad Qodari, menanggapi pernyataan tokoh senior Amien Rais yang menuding Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, memiliki perilaku amoral.

Pernyataan Amien Rais sebelumnya disampaikan melalui kanal YouTube pribadinya dan sempat ramai diperbincangkan publik di media sosial.

Menanggapi hal tersebut, Qodari mengaku prihatin karena menurutnya Amien Rais justru menjadi korban informasi bohong atau hoaks yang beredar di internet.

“Saya prihatin karena Pak Amien Rais sebagai tokoh, akademisi, sekaligus profesor doktor justru ikut terjebak hoaks,” ujar Qodari dalam keterangannya pada Sabtu, 2 Mei 2026.

Menurut Qodari, tudingan terhadap Teddy muncul dari kesalahpahaman atas sebuah konten video lagu berjudul Aku Bukan Teddy yang beredar di media sosial.

Ia menjelaskan, Amien Rais diduga menganggap sosok yang tampil dalam video tersebut adalah Titie Soeharto. Padahal, kata Qodari, video itu merupakan hasil kompilasi gambar yang tidak berkaitan langsung dengan lagu tersebut.

“Kalau diperhatikan secara utuh, yang menyanyi bukan Bu Titie. Gambar yang muncul juga hanya kolase dari berbagai potongan visual yang tidak berhubungan,” jelasnya.

Qodari menilai kasus ini menjadi contoh nyata bagaimana hoaks dapat memengaruhi siapa saja, termasuk tokoh publik dan figur senior.

Ia juga menyoroti perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau AI yang dinilai membuat manipulasi konten digital semakin sulit dibedakan dari fakta asli.

Menurutnya, masyarakat perlu lebih berhati-hati dan melakukan verifikasi sebelum mempercayai maupun menyebarkan informasi di media sosial.

“Ini menjadi alarm serius tentang bahaya hoaks di era AI. Bahkan tokoh senior pun bisa terjebak jika tidak melakukan pengecekan secara menyeluruh,” tegas Qodari.

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X